Korban Kedua Pesawat ATR 42-500 Tiba di RS Bhayangkara, Pangdam Hasanuddin Pastikan Pencarian Terus Dimaksimalkan

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.CO. — Jenazah korban kedua kecelakaan pesawat Indonesia Air Transport (IAT) ATR 42-500 berjenis kelamin perempuan tiba di Gedung Biddokkes Polda Sulawesi Selatan, Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, Selasa malam (20/1/2026).

Jenazah tersebut diantar langsung oleh Panglima Kodam XIV/Hasanuddin, Mayjen TNI Bangun Nawoko, menuju ruang post mortem. Pangdam menegaskan bahwa operasi pencarian dan evakuasi korban di kawasan Pegunungan Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, terus dilakukan secara maksimal dan terkoordinasi oleh Tim SAR Gabungan.

“Hingga hari kedua operasi, dua korban berhasil dievakuasi berkat kerja sama seluruh unsur di lapangan. Proses evakuasi berjalan lancar meski dihadapkan pada medan dan cuaca yang menantang,” ujar Bangun di RS Bhayangkara Makassar.

Untuk mempercepat pencarian korban lainnya, Pangdam mengungkapkan bahwa Tim SAR telah disiagakan dengan skema operasi yang matang. Sejumlah personel bahkan bermalam di lokasi pencarian guna mengoptimalkan waktu evakuasi.

Baca Juga : Tim DVI Polda Sulsel Kumpulkan DNA 8 Keluarga Korban Pesawat ATR 42-500

“Logistik sudah disiapkan sejak kemarin dan rotasi personel akan dilakukan berdasarkan evaluasi harian,” jelasnya.

Bangun juga menyebutkan satu tim khusus, yakni tim ke-6, difokuskan untuk mencari bagian ekor pesawat dengan target utama menemukan kotak hitam (black box). Hingga saat ini, penyisiran intensif masih terus dilakukan.

“Kami berharap black box dapat segera ditemukan. Sampai sekarang belum ada laporan penemuan, namun pencarian masih terus berlangsung,” tambahnya.

Meski menghadapi medan ekstrem, Pangdam optimistis area pencarian dapat diperluas apabila kondisi memungkinkan. Ditemukannya dua korban dinilai menjadi pijakan awal untuk mengefektifkan operasi lanjutan.

Terkait proses identifikasi, Pangdam memastikan seluruh keluarga korban telah menjalani pengambilan sampel ante mortem dengan dukungan tim identifikasi dari Mabes Polri.

“Saya yakin proses identifikasi tidak akan memakan waktu lama,” ujarnya.

Sementara itu, Pusat Kedokteran dan Kesehatan (Pusdokkes) Polri mengerahkan tim khusus untuk melakukan pemeriksaan ante mortem dan post mortem guna memastikan identitas korban secara akurat.

Kepala Biro Kedokteran Kepolisian Pusdokkes Polri, Brigjen Pol dr. Nyoman Eddy Purnama, menjelaskan bahwa proses identifikasi dilakukan sesuai standar internasional Disaster Victim Identification (DVI).