Krisis BBM Mereda, Aktivitas Nelayan dan Penyeberangan Dermaga Kayu Bangkoa Makassar Berangsur Normal

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Kondisi nelayan di Kota Makassar yang sebelumnya terdampak kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) kini mulai membaik.

Setelah sempat kesulitan mendapatkan pasokan, nelayan kini kembali bisa mengakses BBM sehingga aktivitas melaut perlahan kembali berjalan normal.

Melalui koordinasi pemerintah setempat bersama pihak terkait, nelayan untuk sementara diberikan kemudahan memperoleh BBM di SPBU Tanjung yang telah ditunjuk.

Kebijakan ini menjadi solusi darurat agar nelayan tetap bisa melaut dan memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.

Namun demikian, kebijakan tersebut masih bersifat sementara dan belum menyentuh akar persoalan distribusi BBM bagi nelayan.

Di sisi lain, aktivitas di Dermaga Kayu Bangkoa, Kecamatan Ujung Pandang, juga mulai pulih.

Ketersediaan BBM memungkinkan transportasi penyeberangan antar pulau kembali beroperasi setelah sebelumnya sempat terhenti.

Mobilitas masyarakat dan distribusi logistik ke wilayah kepulauan kini berangsur normal.

Situasi yang sebelumnya diwarnai antrean panjang dan ketidakpastian pasokan BBM kini mulai kondusif.

Baca Juga : Pertamina Tegaskan Tak ada Perubahan Harga BBM Per 1 April 2026 di SPBU

Nelayan yang sempat berhenti melaut pun kembali beraktivitas, meski kondisi di lapangan belum sepenuhnya stabil.

Pemerintah setempat melalui Camat dan Sekretaris Camat (Sekcam) bergerak cepat merespons kondisi tersebut.

Keduanya berkomitmen membantu nelayan secara langsung, termasuk memfasilitasi kebutuhan di lapangan agar hambatan distribusi tidak kembali terjadi.

Dampak positif juga dirasakan di sektor pendidikan. Proses belajar mengajar di Pulau Lae Lae kini kembali berjalan normal. Guru dan siswa yang sebelumnya terkendala transportasi sudah dapat beraktivitas seperti biasa.

Sekcam menegaskan bahwa krisis BBM tidak hanya berdampak pada sektor ekonomi, tetapi juga berpotensi menimbulkan persoalan kemanusiaan.

Komentar