Makassar-Gowa-Maros Kolaborasi Bangun PLTSa, Solusi Regional Atasi 1.000 Ton Sampah per Hari

Munafri menambahkan, sekitar 20 hingga 25 persen sampah di TPA masih dapat diolah menjadi bahan baku energi.

Ia juga menegaskan bahwa pembangunan PSEL merupakan bagian dari solusi hilir yang terintegrasi dengan pembenahan sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh.

Pemkot Makassar saat ini tengah mempercepat transisi dari metode open dumping menuju sanitary landfill.

Upaya tersebut diperkuat melalui pemilahan sampah berbasis RT/RW, penguatan bank sampah, optimalisasi TPS3R, pengolahan sampah organik melalui maggot dan kompos, hingga pemanfaatan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).

Baca Juga : Survei: 84,9 Persen Warga Dukung Penertiban PKL, Pemkot Makassar Diminta Konsisten Benahi Kota

“Hari ini kita sudah memetakan seluruh area yang harus dilakukan penutupan tanah (cover soil) setiap hari, agar tidak ada lagi praktik open dumping yang berpotensi mencemari lingkungan,” pungkasnya.

Langkah ini menandai keseriusan Pemerintah Kota Makassar bersama daerah penyangga dalam menghadirkan solusi terpadu dan berkelanjutan untuk persoalan sampah perkotaan. (*)

Komentar