Makassar Setahun Munafri–Aliyah: Kemiskinan Turun, IPM Naik, Ekonomi Kian Menguat

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM – Satu tahun kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin bersama Wakil Wali Kota Aliyah Mustika Ilham menunjukkan tren pembangunan yang kian menguat dan merata.

Sejak dilantik pada 20 Februari 2025, berbagai program prioritas mulai berdampak nyata pada sektor infrastruktur, pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

Berdasarkan rilis resmi Badan Pusat Statistik Kota Makassar, sejumlah indikator makro pada 2025 mencatatkan perbaikan signifikan dibanding tahun sebelumnya.

Tingkat kemiskinan turun dari 4,97 persen (2024) menjadi 4,43 persen (2025). Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat dari 85,23 menjadi 85,66. Angka Harapan Hidup juga naik dari 75,33 tahun menjadi 75,60 tahun.

Di sektor pendidikan, Harapan Lama Sekolah mencapai 15,63 tahun dan Rata-rata Lama Sekolah 11,59 tahun, memperkuat fondasi sumber daya manusia yang unggul.

Dari sisi ekonomi, pengeluaran riil per kapita meningkat dari Rp18,38 juta menjadi Rp18,87 juta, sementara tingkat pengangguran turun dari 9,71 persen menjadi 9,60 persen.

Capaian tersebut mencerminkan efektivitas kebijakan penguatan ekonomi kerakyatan, pemberdayaan UMKM, serta perlindungan sosial yang semakin tepat sasaran.

Pembangunan infrastruktur juga terus digenjot, tidak hanya di pusat kota tetapi hingga kawasan lorong dan pinggiran, menghadirkan konektivitas yang lebih baik dan ruang publik yang semakin tertata.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Muhammad Roem, menegaskan capaian ini merupakan hasil kolaborasi seluruh elemen, mulai dari pemerintah kota, DPRD, dunia usaha, akademisi, hingga partisipasi masyarakat.

Baca Juga : Setahun MULIA, Wakil Wali Kota Makassar Tegaskan Komitmen: Kerja Keras Bersama Pak Wali untuk Rakyat

Menurutnya, pembangunan tidak hanya diukur dari percepatan fisik, tetapi juga dari pemerataan manfaat dan peningkatan kualitas hidup warga.

Transparansi dan akuntabilitas informasi publik pun menjadi komitmen pemerintah dalam mengawal setiap program agar dapat diketahui dan diawasi bersama.

Satu tahun kepemimpinan ini menjadi fondasi penting menuju Makassar yang unggul, inklusif, dan berkelanjutan—kota yang tak hanya tumbuh secara fisik, tetapi juga semakin kuat dari sisi kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakatnya. (*)

Komentar