Membaca Gestur Tubuh Paslon Saat Debat, Ini Penilaian Ketua Bappilu Demokrat Makassar

Ia menjelaskan, piramida Maslow tentang dorongan manusia yakni pada basic need (memenuhi kebutuhan dasar), safety need (mencari kenyamanan dan rasa aman), social need (ingin dikenal) dan self actualisation (memberi manfaat dari potensi yang dimilikinya).

Menurut politisi Partai Demokrat Makassar itu, Appi sudah selesai dengan kebutuhan dasar, kebutuhan akan rasa aman dan kebutuhan untuk dikenal. “Dia terlihat santai karena dia semata-mata mau memberi manfaat, bukan mau berkuasa,” sambungnya.

Mantan sekretaris tim menara DIAmi ini juga mengungkapkan pentingnya kepribadian pada seorang pemimpin. Kata dia, pemimpin harus memiliki attitude dan itu dapat dibaca melalui gestur. Ia bilang, jika seseorang bicaranya tenang, maka anggota tubuhnya tidak banyak bergerak pada saat bicara, itu mencerminkan kepribadiannya yang memiliki tanggungjawab tinggi, dan peduli.

baca juga : Ketua DPD IMDI Sulsel Nilai BMW Sosok yang Tepat Nakhodai Insan Muda Demokrat Indonesia

Sedangkan, jika seseorang selalu bicara tinggi dan senang menggunakan kata-kata yang sulit dicerna, berarti dia mencerminkan kepribadian yang sulit bekerjasama dengan orang lain karena dia merasa lebih pintar dan lebih mampu dari orang lain.

“Ciri-cirinya bisa dilihat dari gesturnya, jika kepala sering goyang kalau bicara, dan posisi tubuhnya suka bergeser. Itu tandanya dia tidak konsisten,” ungkapnya.

Sedangkan, pemimpin yang paling rendah kualitasnya, kata Abang Chuleq, adalah ketika dia sudah salah tapi tetap ngotot mempertahankan pendapatnya yang salah itu.

“Orang seperti ini, kalau diberi amanah, pasti ingkar dan suka berbohong,” pungkas politisi Demokrat Makassar ini. (*)