Nantikan Rute Internasional Baru Batik Air dari MAKASSAR!

Australia

  1. Australia. Rute lanjutan (transit Kuala Lumpur) tujuan Brisbane (BNE), Melbourne (MEL) dan Perth (PER)

Rute Makassar – Kuala Lumpur – Makassar diperkenalkan bersamaan semarak Hari Penerbangan Internasional (diperingati setiap 7 Desember) akan mempermudah mobilitas masyarakat, pebisnis dan pelancong (wisatawan) dengan pilihan baru terbang melalui Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin dari dan menuju Indonesia bagian timur terutama lebih dari 40 destinasi favorit, antara lain

  • Sulawesi Selatan: Makassar (UPG), Selayar (KSR), Tana Toraja (TRT), Palopo Lagaligo (LLO);
  • Sulawesi Barat: Mamuju (MJU);
  • Sulawesi Tenggara: Kendari (KDI), Kolaka (KXB), Raha (RAQ), Bau-Bau (BUW);
  • Sulawesi Tengah: Palu (PLW), Luwuk (LUW), Morowali (MOH);
  • Gorontalo (GTO);
  • Sulawesi Utara: Manado (MDC), Melonguane (MNA), Miangas (MKF), Tahuna (NAH);
  • Maluku: Ambon (AMQ), Saumlaki (SXK), Langgur Tual (LUV), Dobo (DOB), Namlea (NAM);
  • Maluku Utara: Ternate (TTE), Morotai (OTI), Labuha (LAH);
  • Papua: Jayapura (DJJ), Biak (BIK);
  • Papua Barat: Sorong (SOQ), Manokwari (MKW), Fakfak (FKQ), Kaimana (KNG);
  • Papua Tengah: Nabire (NBX), Timika (TIM);
  • Papua Pegunungan: Wamena (WMX), Dekai (DEX);
  • Papua Selatan: Asmat Ewer (EWE), Merauke (MKQ);
  • dari Pulau Kalimantan bagian utara dan timur, Kalimantan Timur: Balikpapan (BPN), Berau (BEJ), Samarinda (AAP; Kalimantan Selatan: Banjarmasin (BDJ), Kotabaru (KBU), Batulicin (BTW); Kalimantan Utara: Tanjung Selor (TJS), Malinau (LNU), Tarakan (TRK) dan kota-kota lainnya.

baca juga : Ke SINGAPURA Semakin Dekat dan Mudah! Batik Air Segera Hubungkan Lebih dari 40 Kota Asal Indonesia bagian Timur Melalui MAKASSAR

Penerbangan berjadwal internasional Batik Air Makassar – Kuala Lumpur PP, diharapkan akan memberikan nilai lebih. Pertama, berkontribusi sebagai salah satu upaya percepatan pemulihan perekonomian secara regional (kedua negara) di kawasan Asia Tenggara dalam upaya membantu menggerakkan komoditas unggulan, peluang bisnis serta sektor yang lain.

Kedua, mendukung pengembangan potensi daerah dan negara untuk produktivitas pebisnis, pelancong (wisatawan mancanegara) dan logistik berbagai negara yang terhubung dari Indonesia. Optimis, memperkuat daya saing potensi perdagangan, bisnis, kepariwisataan global yang lebih cepat dan tepat.

Ketiga, dapat menyediakan pilihan baru terbang dari Indonesia ke Kuala Lumpur setelah dari Jakarta – Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang Banten (CGK), Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali (DPS), Bandar Udara Internasional Kualanamu di Deli Serdang, Sumatera Utara (KNO) dan Bandar Udara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo, Jawa Timur (SUB). (*)