“Ini tetap kita laksanakan, karena ini sudah menjadi protap di Masjid Agung Syekh Yusuf Kabupaten Gowa. Kami juga mengajak seluruh imam-imam untuk melaksanakan Salat Gerhana di masjid masing-masing dan memperbanyak dzikir,” harapnya.
Sementara itu, dilansir dari Balai Besar Metereologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah IV Makassar dijelaskan bahwa Gerhana Bulan adalah fenomena langit yang terjadi ketika posisi bumi berada di antara matahari dan bulan.
baca juga : Bupati Gowa Utarakan Sejumlah Masukan Terhadap Penyaluran DAK di Daerah
Cahaya matahari terhalangi bumi, sehingga tidak semua sinar matahari sampai ke bulan dan gerhana bulan terjadi pada fase bulan purnama. Pada tahun ini, Gerhana Bulan Total (GBT) akan ini menjadi menarik karena fenomena ini beriringan dengan terjadinya Perigee yaitu posisi bulan berada pada jarak terdekatnya dengan bumi. Hal ini menyebabkan ukuran bulan terlihat lebih besar 13,77% dibandingkan posisi bulan pada titik apogee.
Selain itu, tingkat kecerlangan bulan menjadi 15,6% lebih terang dibandingkan dengan keadaan rata-rata, serta 29,1% lebih terang dibandingkan ketika posisi apogee.
Ilustrasi Gerhana Bulan Selama gerhana, bulan akan tampak berwarna merah darah, Sehingga GBT kali ini dinamakan, Super Blood Moon.
Berikut Niat Shalat Gerhana Bulan
أُصَلّيْ سُنَّةَ الْكُسُوْفِ / الْخُسُوْفِ رَكْعَتَيْنِ سُنَّةً للهِ تَعَالَى
Terjemahan: “Niat shalat sunnah gerhana matahari atau bulan dua rakaat karena Allah Swt,”.(JN)

