GOWA, KORANMAKASSAR.COM — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menyatakan dukungan penuh terhadap pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) yang digelar Badan Pusat Statistik (BPS).
Komitmen tersebut ditegaskan langsung Wakil Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, saat menerima audiensi Kepala BPS Kabupaten Gowa, Ari Prihandini, di ruang kerjanya, Jumat (30/1).
Wabup Darmawangsyah menilai sensus ekonomi memiliki peran strategis dalam menyediakan data yang akurat dan komprehensif untuk memotret kondisi riil perekonomian daerah.
Data tersebut dinilai penting sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan dan perencanaan ekonomi yang tepat sasaran.
Baca Juga : Bupati Gowa Resmikan Wajah Baru Kantor PUPR, Ciptakan Lingkungan Kerja Nyaman dan Pelayanan Lebih Optimal
“Kami sangat mendukung pelaksanaan sensus ini. Dengan kolaborasi yang baik, Pemkab Gowa siap membantu agar pendataan berjalan lancar, karena ini penting untuk mengukur kondisi perekonomian daerah secara akurat,” ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan konkret, ia menginstruksikan seluruh camat agar mengimbau perusahaan maupun pelaku usaha di wilayah masing-masing untuk bersikap terbuka dan kooperatif saat didata petugas sensus.
“Kami minta semua pihak, tanpa terkecuali, menerima petugas BPS saat pendataan door to door. Data ekonomi ini sangat penting bagi kemajuan daerah, sehingga seluruh elemen harus mendukung,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala BPS Kabupaten Gowa, Ari Prihandini, menyampaikan apresiasi atas dukungan penuh Pemkab Gowa, khususnya dalam membantu komunikasi kepada masyarakat serta penyediaan fasilitas pendukung kegiatan sensus.
Ia menjelaskan, pelaksanaan SE2026 di Gowa akan melibatkan ratusan petugas yang turun langsung ke lapangan pada periode Mei hingga Juli 2026 dengan metode pendataan dari rumah ke rumah.
Baca Juga : Bupati Gowa Tegaskan Disiplin Tindak Lanjut Rekomendasi BPK, Targetkan WTP ke-14 Tahun 2026
“Petugas akan mendata seluruh aktivitas usaha di Gowa, baik skala besar maupun kecil, termasuk usaha online dan offline. Tujuannya untuk memotret kondisi riil usaha, memetakan potensi pasar, serta mengidentifikasi berbagai kendala yang dihadapi pelaku usaha,” jelasnya.
Menurut Ari, Sensus Ekonomi dilaksanakan setiap 10 tahun sekali dan hasilnya sangat krusial sebagai dasar pembaruan data Produk Domestik Bruto (PDB), analisis daya saing daerah, hingga perumusan kebijakan ekonomi di tingkat nasional maupun daerah. (FZ)
“Kami berkomitmen menjalankan sensus ini secara profesional agar data yang dihasilkan valid, akurat, dan benar-benar bermanfaat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Kabupaten Gowa,” pungkasnya.

