“Kita harus hadir di tengah-tengah kepentingan rakyat. Ini yang harus kita tanamkan. Dibutuhkan pemahaman atas perubahan yang terjadi. Melalui Muswil ini, saya memerintahkan agar Pemuda Pancasila mulai membuka kantor-kantor, rumah besar Pemuda Pancasila, yang tak hanya digunakan untuk membicarakan kepentingan Pemuda Pancasila saja, tetapi juga digunakan sebagai rumah untuk membicarakan kepentingan rakyat,” papar Ahmad M Ali.
Hal senada diungkapkan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Dardak, saat sambutan sebelum membuka acara. Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kata dia, mendukung eksistensi organisasi Pemuda Pancasila untuk dapat terus berkibar.
Ia pun sependapat dengan pernyataan Ketua MPW Pemuda Pancasila Jawa Timur yang juga Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, agar Pemuda Pancasila tampil berani memperjuangkan kepentingan dan aspirasi rakyat.

“Saya setuju kalau tadi dikatakan oleh Pak LaNyalla kita harus berani. Artinya, kalau tak sesuai, bukan hanya bersuara tapi juga bertindak,” tegas Emil Dardak.
Ia mengaku selalu sejalan dengan pemikiran LaNyalla. Hal itu dapat dilihat dari rekam jejak pernyataannya di sejumlah media terkait situasi dan kondisi kebangsaan terkini.
“Rekam jejak saya secara pribadi, pandangan saya sama dengan Pak LaNyalla. Saya kira itu logis. Pesan Pak LaNyalla adalah pesan kepada masyarakat Jatim yang bernaung di bawah bendera Pemuda Pancasila,” ujarnya.
Emil juga menyitir pidato Waketum MPN Pemuda Pancasila soal kecintaan kepada rakyat. “Memang ada stereotipe bahwa Pemuda Pancasila itu kumpulan preman. Tapi preman bagi saya adalah Pemuda Keren dan Budiman,” ujarnya.
baca juga : Terima Mahasiswa Indonesia di Madinah, LaNyalla Harapkan Mereka Cermati Persoalan Fundamental Bangsa
Ketua MPW Pemuda Pancasila Jawa Timur yang juga Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengatakan kesadaran seluruh rakyat Indonesia harus digugah lantaran ada kekeliruan mendasar dengan sistem demokrasi di negeri ini.
Saat ini, kata LaNyalla, bangsa ini telah meninggalkan sistem demokrasi Pancasila dan sistem ekonomi Pancasila yang merupakan karya luhur para pendiri bangsa.
Atas dasar itu, LaNyalla mengingatkan kepada kader Pemuda Pancasila untuk memahami sejarah lahirnya organisasi ini. Pemuda Pancasila, kata LaNyalla, diharapkan menjadi garda terdepan untuk membangun kesadaran bangsa akan pentingnya Pancasila sebagai way of life bangsa ini.
“Mari kita rapatkan barisan. Kita harus bangkit. Harus berani melakukan koreksi atas sistem tata negara, sekaligus sistem ekonomi nasional negara ini demi Indonesia yang lebih baik,” demikian LaNyalla. (*)

