Perayaan Hari Penerbangan Nasional, Batik Air Terbang Tanpa Transit Rute Baru JAKARTA – BANGKOK – JAKARTA

Pengalaman Terbang Berkesan

Setiap tamu mendapatkan makanan dan minuman (inflight meals); gratis bagasi 20kg untuk kelas ekonomi dan 30kg kelas bisnis; dilengkapi hiburan gratis inflight entertainment on demand serta hiburan yang dapat diakses dari perangkat handphone dan tablet didukung oleh Tripper. Download Tripper, sekarang!

Penerbangan rute Jakarta – Bangkok – Jakarta, Batik Air akan mengoperasikan pesawat Boeing 737-800NG (12 kelas bisnis dan 156 kelas ekonomi). Armada ini merupakan generasi modern dan baru yang dikirim dari pabrikan pesawat. Sistem pencahayaan tampil lebih kekinian, bisa menyuguhkan pilihan warna berbeda yang disesuaikan suasana, antara lain soft blue menampilkan efek segar saat boarding, warna senja (sunset) mengakomodir mood santai, tenang serta lembut.

Pesawat didukung penataan lampu Light-Emitting Diode (LED) interior kabin dan lampu baca. Desain tersebut menimbulkan kesan lebih lapang, futuristik dan dinamis. Fitur unggulan juga terletak pada speaker yang berfungsi untuk meningkatkan kualitas suara saat safety demo atau pengumuman dari kru. Bagi tamu yang duduk di kursi dekat jendela (window) akan semakin menikmati pemandangan luar secara leluasa. Bentuk dinding kabin bagian samping (sidewalls) lebih luas dengan tampilan jendela tampak lebih besar.

baca juga : Fashion Show 35.000 Kaki oleh Cabin Crew Batik Air, Hari Batik Nasional Bertemakan “Ikon Kebanggan Indonesia”

Seluruh armada dilengkapi High Efficiency Particulate Air (HEPA) filter atau penyaringan partikel yang kuat. HEPA filter membantu menjaga kebersihan udara di kabin dan menyaring lebih dari 99,9% jenis virus, kuman, serangga dan bakteri. Udara di dalam kabin pesawat diperbarui setiap 2-3 menit, sehingga lebih segar. Siklus udara dari toilet (lavatory) dan dapur (galley) langsung dialirkan ke luar pesawat.

Batik Air mengucapkan terima kasih atas dukungan dan kerjasama dari pemerintah Indonesia dan Thailand, regulator, pengelola bandar udara Angkasa Pura II – Soekarno-Hatta, pengelola Bandar Udara Don Mueang, pengatur lalu lintas udara, mitra dan pihak lainnya dalam mempermudah perjalanan setiap tamu. (*)