Wisnu mengungkapkan, muatan balik terakhir yang dikirim dari Pelabuhan Jailolo sebanyak 32 kontainer. Optimalisasi muatan balik Tol Laut ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sebab terjadi kenaikan pendapatan dari produk yang mereka kirim ke Pulau Jawa melalui Surabaya.
“KM Logistik Nusantara 3 telah sandar di Pelabuhan Matui Jailolo dan mulai kegiatan muatan bongkar sebanyak 51 kontainer dan muatan balik 32 kontainer,” ungkapnya.
“Selain VCO, ada kopra berbagai jenis ada yang putih dan yang biasa, ada cengkeh, buah kelapa, arang dan hasil perikanan seperti ikan dan cumi,” lanjutnya.
Dia menjelaskan, cumi merupakan komoditi lokal ungggulan lainnya selain kopra. Bahkan cumi segar yang berasal dari Jailolo sudah masuk ke dalam program prioritas Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Halmahera Barat untuk dikirimkan ke Surabaya melalui Tol Laut.
baca juga : Kemenhub Dorong Optimalisasi Muatan Balik Tol Laut di Fakfak Papua
Selain itu, wilayah tersebut juga mendapat manfaat lain dari Tol Laut yaitu penurunan disparitas harga. Dimana sebelumnya barang-barang yang mereka butuhkan harus dibeli dari luar daerah sekarang sudah dapat dibeli di daerah mereka sendiri.
“Bahan bangunan, bahan baku dan lain-lain yang biasanya ambil dari Ternate dengan adanya Tol Laut belanja sudah tidak perlu ke Ternate lagi, cukup disini aja. Jadi lebih efisien dan lebih murah tentunya,” ujarnya.
Hal ini juga berlaku untuk sembako dan bahan pokok penting lainnya yang kini dapat dibeli masyarakat dengan harga lebih terjangkau seperti air mineral, minyak goreng, tepung, daging ayam beku, gula dan beras.
“Dan pasti selalu cepat habis dalam waktu singkat sembako dan juga bahan bangunan seperti triplek, seng, besi ini juga cepat habis sudah langsung dibawa ke toko masing-masing,” tutupnya. (*)

