PERKARA Sulsel Gelar Unras di Kampus STMIK AKBA Makassar

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — PERKARA (Pergerakan Koalisi Rakyat) Sulsel menggelar aksi unjuk rasa di depan Kampus STMIK Akba Makassar terkait 11 mahasiswa yang di Drop Out (DO) secara sepihak oleh birokrasi kampus, Selasa ( 14/12/2021).

Aksi tersebut dimulai dari pukul 14:20 Wita yang digelar oleh puluhan mahasiswa dan korban DO dengan membentangkan spanduk, membagi selebaran serta berorasi secara bergantian .

Yuslan selaku Ketua PERKARA Sulsel mengungkapkan bahwa, kekerasan akademik ialah tindakan yang tidak menghormati kebebasan akademik warga kampus, yang masih menjadi polemik sampai saat ini dan menjadi tanda tanya bagi mahasiswa yang menjadi korban birokrasi kampus fasis anti kritik.

baca juga : HIMTI STMIK AKBA Makassar Gelar Bazar dan Dialog Menolak Lupa Kekerasan Akademik

“Saya dan kawan sampai saat ini belum menerima keputusan sepihak yang dilakukan oleh pihak birokrasi STMIK Akba Makassar terhadap 11 mahasiswa yang menjadi korban, sehingga hari dikeluarkannya SK DO menjadi hari yang tiap tahunnya kami peringati untuk mengenang perjuangan korban yang menutut keadilan dan pendidikan yang demokratis” ujar Yuslan dalam orasinya.

ironisnya lagi, yang menjadi korban DO ialah petinggi-petinggi lembaga internal kampus yang tidak sama sekali diketahui pelanggarannya sehingga dikenakan DO secara sepihak dan mengabaikan aturan yang mereka buat mengenai mekanisme dan prosedur dalam memberikan SK Droup Out yang diatur dalam buku merah mahasiswa itu sendiri.

“Sehingga kami yang tergabung dalam PERKARA Sulsel berinisiasi untuk menggaungkan kampanye terhadap kekerasan akademik di kampus STMIK Akba Makassar dan kampus-kampus lainnya yang mengalami hal serupa, yang sampai saat ini menjadi problem dilingkup mahasiswa serta menjadi alat untuk mengintimidasi mahasiswa agar bungkam”, tegas Ketua PERKARA Sulsel. (*)