Pertarungan Prabowo, Ganjar, Anies Menjadi Bahan Kuliah di Kelas

-000-

Sebelum menyusun materi kuliah, saya teringat Pilpres di Amerika Serikat antara Joe Biden versus Donald Trump di tahun 2020.

Pemilihan presiden itu telah dicatat sebagai salah satu yang paling memecah belah dalam sejarah Amerika Serikat. Itu juga menjadi topik diskusi utama di universitas-universitas di seluruh negeri Amerika Serikat, yang sering dieksplorasi sebagai studi kasus.

Di beberapa kelas, fokusnya pada faktor strategis dan politik yang berkontribusi pada kemenangan Biden. Misalnya, ada yang membahas bagaimana kampanye Biden berhasil menarik pemilih pinggiran kota (wong cilik) dan orang Afrika-Amerika. Atau bagaimana penanganan Trump terhadap pandemi COVID-19 merusak peluangnya untuk terpilih kembali.

Di kelas lain, fokusnya pada kekuatan sosial dan budaya mendasar yang membentuk pemilu. Misalnya, ada profesor membahas peran ras, gender, dan ketimpangan ekonomi dalam pemilu. Atau bagaimana kebangkitan media sosial memengaruhi cara pemilih mengonsumsi informasi.

Di beberapa kelas, fokusnya tertuju pada aspek negatif pemilu. Bersama dengan derasnya informasi online, marak pula ujaran kebencian dan misinformasi.

Di kelas lain, fokusnya lebih pada aspek positif pemilu, seperti meningkatnya partisipasi pemilih muda dan semakin beragamnya pemilih etnik. Tak hanya kulit hitam dan hispanic, Amerika Serikatnya juga mulai diramaikan oleh warga keturunan Asia.

Berikut beberapa contoh universitas yang mengeksplorasi pemilu 2020 sebagai studi kasus.

Di University of Pennsylvania, Amerika Serikat, Annenberg School for Communication University of Pennsylvania menyelenggarakan serangkaian acara tentang pemilu 2020. Dalam acara itu, ada diskusi panel tentang peran media sosial dalam pemilu dan kuliah tentang dampak pemilu terhadap demokrasi Amerika.

baca juga : LSI Denny JA Juli 2023, Melebarnya Jarak Elektabilitas Prabowo vs Ganjar

Sekolah Pemerintahan di Universitas Harvard menyelenggarakan konferensi tentang pemilu 2020. Acara ini menghadirkan pembicara dari kampanye Trump dan Biden.

Juga di Universitas Stanford, Pusat Shorenstein untuk Media, Politik, dan Kebijakan Publik Universitas Stanford. Universitas ini menyelenggarakan serangkaian acara pada pemilu 2020, termasuk debat antara dua ilmuwan politik tentang masa depan demokrasi Amerika.

Pemilu presiden di AS menjadi peristiwa besar yang berdampak signifikan pada politik, ekonomi, dan masyarakat negara tersebut.

Ia studi kasus alami untuk dieksplorasi dan didiskusikan di berbagai kelas.