Perumda Pasar Makassar Perkuat Rantai Pasok untuk Sukseskan Program MBG dan Jaga Stabilitas Harga

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM – Komitmen Pemerintah Kota Makassar dalam menyukseskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus diperkuat melalui kolaborasi lintas sektor.

Hal ini tercermin dalam rapat koordinasi yang digelar di Ruang Sipakatau Balaikota Makassar, yang melibatkan Dinas Ketahanan Pangan, jajaran pemerintah kota, Perumda Pasar Makassar, serta mitra dari Badan Gizi Nasional, Selasa (31/3/26).

Direktur Utama Perumda Pasar Makassar, Ali Gauli Arief, menegaskan pentingnya menjaga keberlanjutan program MBG melalui penguatan sistem distribusi pangan yang terukur dan berkelanjutan.

Menurutnya, kebutuhan bahan pokok dalam program tersebut sangat besar, bahkan satu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dapat melayani hingga 3.500 siswa per hari, sehingga diperlukan kepastian pasokan yang konsisten.

Baca Juga : CSR Berlanjut, Bank Sulselbar Perkuat Layanan Pasar dengan Bantuan Motor Operasional

“Yang paling penting adalah kepastian. Jangan sampai saat kebutuhan tinggi, pasokan justru tidak terjaga. Ini yang harus kita atur bersama agar ekosistem berjalan optimal,” ujarnya.

Ia juga menyoroti potensi fluktuasi harga bahan pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri, terutama pada komoditas seperti ayam, telur, dan susu yang mengalami peningkatan permintaan, termasuk dari program MBG.

Sebagai langkah strategis, Perumda Pasar Makassar menghadirkan konsep Baruga Pasar yang berfungsi menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan distribusi pangan tetap terkendali.

Didukung oleh 18 pasar induk, sistem ini menjadi tulang punggung dalam menjaga ketersediaan stok.

Selain itu, setiap SPPG diharapkan dapat mengakses pasar induk terdekat guna mempermudah distribusi bahan pangan secara langsung.

Ali Gauli menegaskan bahwa penguatan ekosistem pangan tidak bertujuan memutus rantai distribusi, melainkan memberikan kepastian bagi seluruh pelaku, mulai dari petani hingga konsumen akhir.

Baca Juga : Hangatkan Kebersamaan Usai Lebaran, Perumda Pasar Makassar Gelar Halal Bihalal Perdana

Dengan dukungan data kebutuhan yang akurat, Perumda Pasar siap menjadi mediator dalam memastikan ketersediaan bahan baku secara berkelanjutan.

“Kalau data kebutuhan tersedia, distribusi bisa lebih terarah. Kita tidak boleh menunggu masalah muncul baru bertindak,” tambahnya.

Sementara itu, Asisten II Bidang Ekonomi Kota Makassar, Zainal Ibrahim, menyampaikan bahwa program MBG tidak hanya berfokus pada pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Menurutnya, program ini merupakan prioritas nasional yang memberikan dampak langsung terhadap perputaran ekonomi masyarakat, mulai dari sektor pertanian, peternakan, perdagangan, hingga distribusi.

“Anggaran yang besar akan berputar di masyarakat. Ini menjadi stimulus ekonomi yang signifikan jika dikelola secara optimal,” jelasnya.

Namun demikian, ia mengingatkan pentingnya efisiensi birokrasi guna menekan nilai Incremental Capital Output Ratio (ICOR) yang masih relatif tinggi di Indonesia.

Berdasarkan data Badan Gizi Nasional, pelaksanaan program MBG di Kota Makassar menunjukkan progres positif dengan menjangkau 241.237 penerima manfaat, produksi harian yang konsisten, serta operasional selama 20 hari per bulan. Hingga saat ini, program tersebut telah mencakup 15 kecamatan di Kota Makassar.

Melalui sinergi lintas sektor ini, diharapkan program MBG tidak hanya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, tetapi juga menjaga stabilitas ekonomi daerah serta memperkuat ketahanan pangan di Kota Makassar. (*)

Komentar