MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sulawesi Selatan melakukan silaturahmi sekaligus meminta nasihat kepada Rais Syuriah PWNU Sulsel, AGH Dr Baharuddin HS, sebagai upaya memperkuat arah gerakan organisasi.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan ini menjadi momentum penting bagi GP Ansor Sulsel untuk kembali meneguhkan peran strategisnya sebagai badan otonom Nahdlatul Ulama yang konsisten menjaga nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan keulamaan.
Dalam kesempatan tersebut, AGH Dr Baharuddin HS menyampaikan pesan mendalam kepada seluruh kader GP Ansor agar senantiasa berjalan sesuai dengan “rel” organisasi.
Baca Juga : Ketum GP Ansor Ziarah ke Makam Syekh Yusuf dan Diponegoro di Makassar, Teguhkan Spirit Ulama Pejuang
Ia menegaskan bahwa jati diri GP Ansor tidak dapat dipisahkan dari komitmen utama dalam mengawal ulama serta menjaga marwah Nahdlatul Ulama.
“GP Ansor harus tetap berada pada garis perjuangannya, yaitu mengawal ulama. Di situlah kekuatan dan keberkahan organisasi ini,” tegasnya, Ahad (5/4/26).
Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga soliditas internal, memperkuat kaderisasi, serta meningkatkan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Menurutnya, tantangan zaman yang semakin kompleks menuntut GP Ansor untuk tetap adaptif tanpa kehilangan jati diri.
Baca Juga : GP Ansor Sulsel Bagikan Ratusan Takjil di Posko Mudik Banser Makassar
Sementara itu, Ketua Pimpinan Wilayah GP Ansor Sulsel, Muhammad Ridwan Yusuf, menyampaikan bahwa silaturahmi ini merupakan bagian dari upaya organisasi untuk terus mendapatkan arahan dan bimbingan dari para ulama, khususnya Rais Syuriah sebagai otoritas keagamaan di lingkungan Nahdlatul Ulama.
“Nasihat para ulama menjadi kompas bagi kami dalam melangkah. GP Ansor Sulsel berkomitmen untuk tetap berada dalam garis perjuangan Nahdlatul Ulama serta siap mengawal para ulama dalam berbagai dinamika kebangsaan dan keummatan,” ujarnya.
Melalui pertemuan ini, GP Ansor Sulsel diharapkan semakin solid, terarah, dan mampu memainkan peran strategis sebagai garda terdepan dalam menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. (*)


Komentar