B. Faktor Penularan HIV terkait prostitusi :
Hubungan seks tanpa kondom, terutama pada pekerja seks dan pelanggannya.
Minimnya edukasi seksual dan kesadaran tentang HIV.
Penggunaan narkoba suntik, yang juga menyebarkan virus lewat jarum bersama.
Stigma dan diskriminasi, membuat ODHIV enggan periksa atau berobat.
Keterbatasan akses layanan kesehatan yang ramah populasi kunci.
Tujuan dari kegiatan ini :
1. Meningkatkan pemahaman masyarakat dan OPD tentang pentingnya swakelola tipe III sebagai solusi kolaboratif antara OMS dan pemerintah.
2. Menguatkan komitmen lintas sektor untuk mendorong kontrak sosial dalam perencanaan program HIV-AIDS di Kota Makassar dan sekitarnya.
Peserta Kegiatan
Hadir dalam kegiatan ini berbagai unsur pemerintah, organisasi masyarakat sipil, dan media, antara lain :
Dinas Kesehatan Kota Makassar
Dinas Sosial Kota Makassar
Dinas Pendidikan Kota Makassar
BAPPEDA Kota Makassar
Yayasan Gaya Celebes (YGC)
ADINKES Sulsel
Yayasan Mitra Husada
PKBI Sulawesi Selatan, dan Beberapa Media Cetak Dan Online
Koordinator SSR PKBI, Advocacy Officer, Paralegal Officer, Technical Officer

Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam mendorong transparansi, efektivitas, dan keberlanjutan program penanggulangan HIV-AIDS melalui pendekatan kolaboratif. Swakelola tipe III diharapkan menjadi jalan baru untuk menghadirkan kebijakan yang lebih berpihak kepada komunitas terdampak dan mempercepat pencapaian target eliminasi HIV-AIDS di Indonesia.
Forum ini menjadi momentum penting untuk menagih komitmen nyata pemerintah dalam melibatkan komunitas, tidak hanya sebagai pelaksana, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan. Swakelola tipe III bukan hadiah — ia adalah hak partisipasi dalam demokrasi anggaran.
baca juga : Puluhan Tahun HIV-AIDS Terdeteksi, Pemahaman Masyarakat Masih Kurang
“Harapan utama dari kegiatan ini adalah munculnya keberanian politik dari pemerintah daerah untuk secara terbuka mengalokasikan anggaran melalui mekanisme swakelola tipe III kepada organisasi masyarakat sipil atau NGO.
Ini bukan sekadar soal dana, tapi tentang membangun kepercayaan dan kemitraan setara demi mempercepat penanggulangan HIV-AIDS yang lebih inklusif dan efektif. (Restu)


Komentar