MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Upaya pemberantasan narkoba di Sulawesi Selatan kembali digencarkan. Kepolisian Daerah Sulawesi Selatan (Polda Sulsel) bersama Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Sulsel menggelar Apel Operasi Gabungan Pemulihan Kampung Rawan Narkotika Terpadu, di Mako Polrestabes Makassar, Sabtu (8 November 2025) pukul 03.00 WITA.
Apel tersebut dipimpin langsung oleh Wakapolda Sulsel Brigjen Pol. Nasri dan dihadiri Kepala BNNP Sulsel Brigjen Pol. Drs. Budi Sajidin, serta para pejabat utama Polda Sulsel dan Kapolrestabes Makassar.
Operasi kali ini dipusatkan di Kelurahan Lembo, Kecamatan Tallo, yang dikenal sebagai salah satu kawasan dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap peredaran dan penyalahgunaan narkotika di Kota Makassar.
Kegiatan ini menjadi wujud nyata komitmen Kapolda Sulsel Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro dalam mendukung kebijakan nasional pemberantasan narkoba serta memperkuat sinergi antara Polri, BNN, pemerintah daerah, dan masyarakat untuk mewujudkan Sulawesi Selatan yang bersih dari narkoba.
“Operasi ini bukan sekadar penindakan, tapi juga pemulihan sosial dan pembinaan masyarakat agar sadar bahaya narkoba serta aktif menjaga lingkungannya,” ujar Brigjen Pol. Nasri.
Baca Juga : DPP PSMP Desak Kapolda Sulsel Usut Dugaan Keterlibatan Taufan Pawe dalam Kasus Dinkes Parepare
Dalam operasi gabungan tersebut, sebanyak 540 personel diterjunkan, terdiri atas:
- Polda Sulsel: 361 personel
- BNNP Sulsel: 50 personel
- Polrestabes Makassar: 76 personel
- Polres Pelabuhan Makassar: 17 personel
- Dinas Kesehatan Kota Makassar: 12 personel
- Kesbangpol Kota Makassar: 9 personel
- Satpol PP Kota Makassar: 15 personel
Operasi ini tidak hanya menargetkan penegakan hukum terhadap pelaku, tetapi juga pemulihan kawasan dan peningkatan kesadaran masyarakat agar turut menjaga lingkungan dari ancaman penyalahgunaan narkoba.
Dengan adanya operasi terpadu ini, diharapkan Makassar dapat menjadi contoh kota yang tangguh dan bebas dari peredaran gelap narkotika. (*/Firman Dhanie).

