Kemarin saya sampaikan bahwa uangnya ada 320 juta, dilakukan oleh 20 orang dibagi-bagi, semua mendapat sekitar 15-20 juta.
“Dan para pelaku, ada yang digunakan untuk beli laptop, beli sepatu, beli radiator, lalu beli melunasi cicilan motor,” kata Arya
Jadi ini adalah barang-barang yang didapatkan dengan menggunakan uang hasil curian dari ATM bank Sulselbar yang ada di DPRD Kota.
“Kalau kendaraan Bajai ini digunakan untuk mengangkut berangkas yang ada di ATM,” jelas Arya.

Yang di jelaskan Arya, Para pelaku ini bukan demonstras, tapi mereka ini pelaku kerusuhan, pelaku penjarahan dan pelaku kejahatan
“Jadi yang mereka lakukan pada saat datang dan tidak lagi berunjuk rasa, tidak ada sepanduk, tidak ada tuntutan, tetapi mereka sudah membawa alat, seperti Gerinda, Genset kecil dan Linggis untuk melakukan pembongkaran mesin ATM,” jelas Arya Perdana
Pada saat kejadian, pelakunya mencapai kurang lebih 20 orang. Secara bersama-sama membongkar ATM-nya, dan pada saat itu tidak mungkin dibongkar di sana karena mungkin terlalu banyak massa, sehingga mereka bawa keluar, dari DPRD Kota dengan menggunakan kendaraan pickup.
baca juga : Walikota Makassar Pastikan Pemulihan Keamanan dan Hak Korban Pasca Insiden DPRD
“Setelah itu menuju ke arah Malino, kemudian menggunakan lagi kendaraan lain, yaitu Bajai ini, untuk mencapai ke tempat di mana mereka bisa membongkar ATM tersebut. Lalu setelah mereka bongkar, di dapatkan uangnya total 320 juta, yang selanjutnya dibagi-bagi kepada setiap orang yang ada disitu yang membongkar bersama-sama,” tuturnya
Hingga saat ini, kalau pengungkapan aktor intelektual sampai hari ini kami masih berupaya untuk Mendalami jaringan komunikasi yang mereka miliki Jadi setiap handphone yang mereka miliki Itu akan kami buka, tutupnya. (Firman Dhanie)

