Presiden Jokowi Serahkan Banpres Produktif Usaha Mikro untuk para Pelaku Usaha di Yogyakarta

Dalam kondisi tersebut, banyak pelaku usaha yang salah satunya berasal dari usaha mikro dan kecil yang amat terpukul oleh dampak yang ditimbulkan oleh pandemi. Kepala Negara mencermati kondisi dan keluhan-keluhan tersebut sehingga mengeluarkan bantuan khusus berupa modal kerja yang dapat digunakan mereka untuk tetap menjalankan usahanya.

“Pemerintah, karena pandemi Covid ini, telah mengeluarkan semua jurus. Ada yang namanya BLT Desa, bansos tunai, subsidi listrik digratiskan untuk pelanggan 450 VA dan diskon 50 persen untuk 900 VA, bantuan sembako, subsidi bunga, kemarin kita keluarkan subsidi gaji. Sekarang kita berikan yang namanya Banpres Produktif Usaha Mikro,” tuturnya.

Melalui bantuan tersebut, para pelaku usaha mikro dan kecil akan menerima bantuan untuk dipergunakan sebagai modal kerja sebesar Rp2,4 juta. Program bantuan ini akan terus diberikan kepada total 12 juta orang pelaku usaha mikro dan kecil hingga nanti di bulan September.

baca juga : Presiden Resmikan YIA beserta Pengoperasian AirNav dan Sistem Peringatan Dini Tsunami

“Tapi ingat ini harus dipakai untuk modal usaha. Karena kondisinya seperti ini saya tahu ada yang omzetnya biasanya Rp500 ribu sekarang tinggal Rp300 atau Rp200 ribu. Memang kondisinya tidak mudah,” imbuh Presiden.

Presiden berharap agar bantuan yang murni merupakan hibah tersebut dapat digunakan sebaik-baiknya sehingga berbagai usaha mikro dan kecil yang dijalankan oleh para penerima bantuan tersebut dapat segera kembali meningkat.

Atas bantuan yang telah diterima dari Presiden tersebut, Supoyo bersama penerima bantuan lainnya menyampaikan ucapan terima kasih secara langsung kepada Presiden Joko Widodo dalam kesempatan itu.

“Saya berterima kasih atas bantuan Bapak Presiden. Mudah-mudahan ada hikmahnya, bisa untuk tambahan modal, semoga nanti (usaha kami) bisa lebih besar lagi,” ucapnya.

Hadir dalam acara tersebut di antaranya Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Gubernur DI Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X. (*)