Program BAZNAS Zakat Uang Panaik, Walikota Makassar Beri Support

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Prestasi paling mentereng  Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Makassar periode 2021-2026 adalah, mengedepankan pengelolaan zakat secara optimal, dan tepat sasaran. Termasuk rencana zakat uang panaik.

Prestasi ini tentunya bukan hanya lantaran para  komisioner yakni, H.Ashar Tamanggong (ketua) Ahmad Taslim (Wakil Ketua I), H.Jurlan Em Saho’as (Wakil Ketua II), dan Waspada Santing (Wakil Ketua III),  dan seluruh unsur pelaksana dibawahnya, memiliki kemampuan mengelola zakat secara profesional, kredibel, dan amanah, melainkan tidak terlepas dari dukungan penuh dari Walikota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, lembaga terkait, para pembina, dan tentunya para Muzakki.

Demikian yang mengemuka, di sela sela pertemuan terbatas BAZNAS Kota Makassar dengan Walikota Makassar, di kediaman walikota dua periode itu, Jalan Amirullah, Rabu, 12 Januari 2022 kemarin.

Pertemuan yang juga dihadiri Kabag Kesra Kota Makassar, Muh Syarif, dan Pembina BAZNAS Makassar, Prof. Ahmad Sewang itu juga membahas berbagai program yang telah, dan akan dilakukan tahun 2022.

Baznas Makassar

Walikota Mohammad Ramdhan Pomanto mengemukakan, BAZNAS adalah lembaga legal. Badan ini,  benar benar berada di tengah tengah masyarakat yang membutuhkan. Malah, dalam berbagai momen dan peristiwa, tim BAZNAS Kota Makassar malah paling cepat membantu. Sebut saja kebakaran, atau musibah lainnya.

Danny–sapaan akrab walikota dua periode ini juga meminta badan yang beralamat di Jalan Teduh Bersinar, Kecamatan Rappocini ini  terus membumikan gerakan zakat di berbagai elemen. Paling tidak, BAZNAS juga menginisiasi zakat dari pernikahan. Dimana, setiap pernikahan dari kalangan muslim, harus berzakat. Istilah terennya adalah zakat uang panaik.

Di bagian lain Danny mengaku, perhatiannya kepada gerakan zakat, tidak lain karena dirinya mengetahui persis  keutamaan berzakat. Dalam sejarah peradaban islam misalnya, zakat  merupakan salah satu rukun Islam, sekaligus mampu mengentaskan kemiskinan.

baca juga : BAZNAS dan Lembaga Dakwah NU Makassar Gelar Pelatihan Pemandi Jenazah

Prestasi paling gemilang terjadi pada masa periode Khalifah Umar bin Abdul Aziz yang hanya memimpin selama kurang lebih 2 tahun 5 bulan.

Seluruh saat itu masyarakat sangat makmur. Bahkan saking makmurnya, sudah tidak ada satupun dari mereka yang menjadi mustahik (penerima zakat), sehingga  alokasi dana zakat yang tersedia disalurkan ke negara lain.

Keutamaan tersebut, menjadikan walikota yang juga arsitek ternama itu berketetapan hati menjadikan BAZNAS berada di garda terdepan mengurus masalah perzakatan. Karena itu, Danny  mengharapkan, seluruh jajaran ASN dan non ASN di jajaran  Pemerintah Kota Makassar berzakat setiap bulan di BAZNAS. Begitu pula, masyarakat muslim membiasakan zakat subuh.