Sambut Hardiknas, Unimen Gelar Beragam Kegiatan

“Ini merupakan langkah kreatif yang patut diapresiasi, gebyar literasi ini sangat penting dalam rangka menarik minat pada siswa untuk mendalami makna literasi secara luas,” ungkap Syawal.

Selain itu, beragamnya muatan kegiatan yang variatif mengandung maksud agar para siswa berkesempatan mengasah dan mengeksplorasi minat dan potensinya, salah satunya melalui orasi, tambahnya.

Lebih lanjut, Dr. Mustakin selaku Kepala LPBKUI mengatakan hadirnya aneka acara dalam gebyar literasi ini membuktikan bahwa literasi tidak hanya sebatas membaca dan menulis, tetapi juga membangun relasi, karakter, serta semangat perubahan sosial.

“Gebyar Literasi Kreatif menjadi bukti bahwa UNIMEN terus berkomitmen menjadi pusat penggerak literasi dan pendidikan bermakna di Kabupaten Enrekang dan sekitarnya,” kata Mr. Kim sapaan akrabnya.

Usai orasi di halaman Kampus UNIMEN, peserta melanjutkan kegiatan di Auditorium UNIMEN untuk mengikuti Seminar Nasional yang menghadirkan dua narasumber inspiratif, yakni Dr. Ilham Kadir, MA. dan Mutmainnah, S.Pd., M.Pd. Keduanya merupakan pakar dalam bidang literasi dan pengembangan masyarakat.

Menurut Mutmainnah, globalisasi membuka peluang tak terbatas bagi generasi muda. Pelajar dan mahasiswa di Kabupaten Enrekang harus memanfaatkan teknologi dan inovasi untuk mengakses global opportunities, meningkatkan kompetensi, dan menjadi pemimpin masa depan yang berdaya saing.

baca juga : HPMM dan UNIMEN Gelar Acara Pemaparan Ide Bakal Calon Bupati Enrekang

“Dengan semangat dan determinasi, generasi muda Enrekang dapat menjadi agen perubahan yang membawa dampak positif bagi masyarakat dan negara. Mari kita wujudkan mimpi bersama, menciptakan masa depan cerah dan berdaya saing global,” terang Mutmainnah yang juga merupakan mahasiswa Doktoran Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia.

Gebyar Literasi Kreatif juga dirangkaikan dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dan Memorandum of Agreement (MoA) antara UNIMEN dan Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Kabupaten Enrekang sebagai bentuk nyata dari kolaborasi strategis. (*)