MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Anak-anak Panti Asuhan Sejati Muhammadiyah Makassar kini memiliki bekal keterampilan baru yang bernilai ekonomi. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM), tim dosen Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar memberikan pelatihan ecoprint sekaligus pengenalan bisnis digital, Sabtu–Minggu, 24–25 Januari 2026.
Kegiatan ini bertujuan menumbuhkan jiwa wirausaha kreatif berbasis lingkungan serta membangun kemandirian ekonomi anak asuh sejak dini. Program tersebut merupakan bagian dari implementasi Hibah RisetMu Batch IX Tahun 2025–2026 yang didanai Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat Muhammadiyah.
Ketua Tim PKM, Irsan Kadir, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa teknik ecoprint metode pounding dipilih karena mudah dipraktikkan, ramah lingkungan, dan memiliki nilai seni serta nilai jual tinggi.

Dengan memanfaatkan dedaunan di sekitar, peserta dapat menghasilkan produk seperti tote bag dan kain bermotif tanpa membutuhkan modal besar.
“Anak-anak cukup menggunakan bahan alam yang tersedia di lingkungan sekitar untuk menciptakan produk kreatif yang layak jual,” ujarnya.
Pelatihan ini dipandu oleh tim dosen yang terdiri dari Irsan Kadir, Dr. Lukman Ismail, M.Pd., dan Soekarno Buchary Pasyah, S.Pd., M.Sn., serta didampingi tiga mahasiswa Pendidikan Seni Rupa Unismuh, yakni Muh. Haerul Surya, Yuni Delima, dan Nurfitrah Rahmadani.
Tak hanya praktik membuat produk ecoprint, peserta juga dibekali pengetahuan kewirausahaan dasar dan strategi pemasaran digital. Anak-anak diajarkan membuat akun Instagram bisnis sebagai sarana promosi serta diperkenalkan pengelolaan usaha sederhana.
baca juga : Aliansi Ekonomi Unismuh Makassar Gelar Unras di Depan Kantor DPRD Provinsi Sulsel
Sebagai langkah keberlanjutan, tim PKM turut memfasilitasi pembukaan rekening bank khusus untuk operasional usaha ecoprint panti, sehingga kegiatan produksi dan penjualan dapat dikelola secara profesional.
Pimpinan Panti Asuhan Sejati Muhammadiyah, H. Salahuddin Ismail, menyampaikan apresiasinya atas program tersebut. Ia menilai pelatihan ini membuka peluang baru bagi anak asuh untuk mandiri secara ekonomi.
“Kami sangat bersyukur. Selain belajar keterampilan, anak-anak juga diajarkan cara memasarkan produk secara digital. Ini menjadi modal penting untuk masa depan mereka,” katanya.
Ke depan, karya-karya ecoprint hasil pelatihan akan dipromosikan sebagai produk unggulan panti dan dikembangkan menjadi unit usaha mandiri yang berkelanjutan. (*)

