MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Dalam kehidupan sehari-hari umat manusia, ada dua konsep yang sering muncul, yaitu formalitas dan substansi.
Kedua konsep ini juga berlaku bagi entitas organisasi. Termasuk organisasi sosial yang menghimpun komunitas alumni, seperti IKA SMAPAT Makassar.
Perbedaan utama antara substansi dan formalitas adalah, substansi terkait dengan esensi atau inti dari sesuatu. Formalitas terkait dengan bentuk atau struktur dari sesuatu.
Dalam perspektif organisasi komunitas alumni, substansi berkaitan dengan inti/esensi atau aspek yang membuat komunitas alumni tampil apa adanya. Sementara formulitas merujuk pada bentuk/struktur atau aspek yang terkait dengan prosedur.

Keduanya memang penting, namun substansi jauh lebih penting dibandingkan formalitas. Prinsip inilah yang IKA SMAPAT Makassar pegang teguh, berkaitan dengan substansi dari sebuah organisasi.
Secara substansi, IKA SMAPAT Makassar hadir untuk memberi manfaat nyata kepada almamater tercinta – SMA Negeri 4 Makassar – Tempat menimbah ilmu dan membentuk karakter. Bukan hanya itu, membantu guru, alumni, dan masyarakat luas.
IKA SMAPAT Makassar tahu betul, untuk apa tampil mengendepankan formalitas semu, hanya untuk gagah²an semata?
Padahal, tidak menyentuh secara esensi bahwa yang terpenting adalah memberikan bantuan nyata untuk menyokong proses belajar di sekolah tercinta – SMAN 4 Makassar.
Termasuk menyapa guru-guru kita, baik yang masih aktif maupun yang purnabakti. Bahkan, secara luas, IKA SMAPAT Makassar hadir untuk memberi bantuan nyata kepada masyarakat luas melalui kegiatan-kegiatan sosial seperti donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, bantuan bencana alam, dan lainnya.
Kehadiran IKA SMAPAT Makassar untuk membantu sekolah, guru, alumni, dan masyarakat, bisa disimak di timeline atau lini masa akun Facebook IKA SMAPAT Makassar.
Bisa juga melalui jejak-jejak digitalnya secara valid di jagat media sosial selama rentang waktu 9 tahun berkiprah.
baca juga : Mantap, Kegiatan Halal Bihalal IKA SMAPAT 87 Berlangsung Sukses dan Meriah
Jika berbicara tentang kiprah sebuah organisasi alumni, maka tolak ukur yang paling sederhana, valid, dan realistis adalah, sudahkah organisasi alumni itu membantu almamaternya – tempat menimba ilmu saat duduk di bangku sekolah?
Jadi, dalam substansi kita temukan kebenaran, keaslian yang tidak dapat disangkal. Ia juga membedakan, keunikan yang menyokong keberadaannya untuk berdiri kokoh! (*)

