Melalui pelatihan ini, para guru dan kepala sekolah dibekali keterampilan dalam memanfaatkan teknologi digital untuk menunjang pembelajaran aktif, kreatif, dan menyenangkan di kelas.
Selain itu, materi literasi dan numerasi juga menjadi fokus utama. Peningkatan kemampuan dasar ini diyakini mampu memperkuat fondasi pendidikan anak-anak di tingkat sekolah dasar dan menengah pertama.
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Pinrang menegaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan visi dan misi Bupati dan wakil Bupati Pinrang, termasuk dalam mewujudkan SDM unggul yang berdaya saing.
Terlebih, dengan adanya Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi APBN dan APBD, pemerintah daerah dituntut untuk mengelola anggaran secara cermat dan efektif.
“Efisiensi Anggaran harus diarahkan untuk program prioritas kabupaten pinrang melalui visi dan misi selama 5 tahun. Termasuk peningkatan kapasitas aparatur dan pendidik yang ada di Pinrang,” jelas Aswin kepada awak media.
Menurutnya, kualitas aparatur dan tenaga pendidik tidak hanya diukur dari pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga dari sikap dan perilaku yang mencerminkan integritas.
“Hal inilah yang menjadi perhatian utama Inspektorat dalam setiap pembinaan dan pendampingan teknis,” ujarnya
Lebih lanjut, H. M. Aswin menekankan pentingnya sinergi antara seluruh pemangku kepentingan dalam menciptakan sistem pendidikan yang akuntabel dan transparan.
Ia juga berharap masyarakat ikut mengawasi jalannya program pemerintah agar tercipta budaya partisipatif dan bertanggung jawab.
“Akuntabilitas bukan hanya urusan pemerintah. Ini adalah tanggung jawab bersama. Masyarakat juga harus terlibat aktif mengawasi setiap kegiatan yang menggunakan dana publik,” pungkasnya.
Baca Juga ::AMAT Geruduk Kejari Pinrang Desak Pengusutan Penyelewengan Dana BOS Tahun 2022
Kegiatan Bimtek ini diharapkan tidak hanya menghasilkan peningkatan keterampilan teknis guru, tetapi juga menjadi pijakan awal menuju transformasi budaya kerja di lingkungan pendidikan.
Salah satunya Kepala Sekolah menjadi peserta mengaku mendapat banyak pemahaman baru tentang pentingnya peran Inspektorat.
“Kami para kepala sekolah awalnya merasa khawatir saat mendengar kata ‘inspektorat’, tapi setelah mendengarkan penjelasan Bapak H. M. Aswin, justru kami merasa tenang. Sekarang kami tahu bahwa Inspektorat adalah mitra kami dalam membangun sistem yang transparan dan akuntabel di sekolah,” ungkap salah satu kepala sekolah kecamatan Lembang.
Dengan dukungan pengawasan yang edukatif dari Inspektorat, para pendidik di Pinrang diyakini mampu menghadirkan pembelajaran yang bermutu, inovatif, dan berkelanjutan. (Arya/Restu)


Komentar