MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — TNI Angkatan Laut menunjukkan kepeduliannya terhadap korban ledakan kapal nelayan KM Rismawati Indah di Pelabuhan Paotere dengan memastikan penanganan medis maksimal bagi para korban.
Sebanyak sembilan anak buah kapal (ABK) kini menjalani perawatan intensif di RSAL Jala Ammari Kodaeral VI Makassar.
Wakil Komandan (Wadan) Kodaeral VI, Laksamana Pertama TNI Dr. Arya Delano, mewakili Komandan Kodaeral VI Laksamana Muda TNI Andi Abdul Aziz, turun langsung meninjau kondisi para korban di rumah sakit, Selasa (3/2/2026).
Kunjungan tersebut merupakan bentuk komitmen TNI AL dalam memastikan seluruh korban mendapatkan pelayanan kesehatan yang cepat, profesional, dan optimal pasca insiden ledakan yang terjadi saat proses bongkar muat hasil tangkapan ikan.
Baca Juga ; 57 Tahun Mengabdi untuk Kesehatan Prajurit, Ladokgi TNI AL Yos Sudarso Perkuat Layanan dan Integritas
Sejak dievakuasi ke rumah sakit, tim medis RSAL Jala Ammari langsung memberikan penanganan intensif dengan melibatkan dokter dan tenaga kesehatan berpengalaman.
“Kami terus memantau perkembangan kondisi korban dan memastikan mereka memperoleh perawatan terbaik. Harapannya, seluruh korban dapat segera pulih,” ujar Arya Delano.
Tak hanya fokus pada penanganan medis, TNI AL juga menyiapkan langkah pencegahan melalui program komunikasi sosial (komos) kepada masyarakat nelayan.
Edukasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran keselamatan pelayaran serta meminimalkan risiko kecelakaan di laut.
Baca Juga : Ledakan Kapal Nelayan di Paotere Makassar, 9 ABK Terluka, Polisi Turunkan Tim Forensik Selidiki Penyebab
“Ke depan, kami akan memberikan pembinaan dan edukasi kepada nelayan agar kejadian serupa tidak terulang,” tambahnya.
Dalam peninjauan tersebut, Wadan Kodaeral VI didampingi sejumlah pejabat utama, Kepala Dinas Kesehatan, serta Kepala RSAL Jala Ammari.
Melalui respons cepat, pelayanan medis optimal, dan edukasi berkelanjutan, TNI AL menegaskan perannya bukan hanya sebagai penjaga kedaulatan laut, tetapi juga pelindung masyarakat maritim. (firman dhanie)


Komentar