Unik dan Sarat Makna, “Lapas Neraka” Warnai Pawai Takbiran di Pinrang

PINRANG, KORANMAKASSAR.COM – Malam kemenangan di Kabupaten Pinrang berlangsung semarak. Lantunan takbir, tahmid, dan tahlil menggema di seluruh penjuru kota, mengiringi ratusan mobil hias yang memadati jalan protokol dalam Pawai Takbiran menyambut Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah, Jumat malam (20/3).

Pawai tahunan ini tak sekadar menjadi ajang arak-arakan kendaraan, melainkan juga wujud kegembiraan dan semangat masyarakat dalam menyambut hari kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa Ramadan.

Beragam kreasi ditampilkan peserta, mulai dari replika masjid, Al-Qur’an, Ka’bah, hingga ornamen ketupat dan peci khas.

Baca Juga : Solidaritas Insan Pers, IWO dan PWI Pinrang Berbagi Sembako

Namun, di antara kemeriahan tersebut, satu penampilan unik berhasil mencuri perhatian warga.

Remaja Masjid Maqdis Perumahan Pinrang Permai tampil berbeda dengan mengusung konsep “Lapas Neraka”.

Mobil hias mereka menampilkan visualisasi jeruji besi yang menggambarkan penjara bagi para pendosa, lengkap dengan ilustrasi suasana yang menggugah kesadaran akan siksa neraka.

Penggagas ide sekaligus koordinator kegiatan, Iqbal, menjelaskan bahwa konsep tersebut dihadirkan sebagai media dakwah dan refleksi diri, bukan sekadar untuk sensasi.

“Kami ingin menghadirkan sesuatu yang berbeda. Idulfitri adalah momen kembali ke fitrah. Melalui visualisasi ‘Lapas Neraka’, kami ingin mengingatkan diri sendiri dan masyarakat bahwa setiap perbuatan memiliki konsekuensi. Harapannya, setelah Ramadan ini, kita semakin menjauhi dosa dan tetap istiqomah dalam kebaikan,” ujarnya.

Baca Juga : Kapolres Pinrang Pimpin Patroli Skala Besar, Antisipasi Balap Liar dan Gangguan Kamtibmas Selama Ramadan

Pawai takbiran ini dilepas secara resmi oleh jajaran pemerintah daerah dan mendapat pengawalan ketat dari aparat keamanan guna memastikan kegiatan berlangsung aman dan tertib.

Kehadiran konsep “Lapas Neraka” pun menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat.

Selain menambah warna dalam kemeriahan pawai, pesan moral yang disampaikan menjadi pengingat spiritual di tengah euforia perayaan Idulfitri. (*)

Komentar