Untuk ujian kedua berkendara yakni menjalani mobil seperti lalu lintas dengan memperhatikan setiap rambu. Mulai dari lampu merah, berbelok, mengerem dan berhenti serta lainnya yang bersifat umum namun penting untuk diketahui.
Dan yang ketiga para peserta juga diminta untuk mengendari kendaraan secara zig zag baik dengan mobil kecil dan besar. Lalu yang ke empat peserta diwajibkan mampu mengendarai seluruh jenis kendaraan.
“Ujian ini (Mengemudi) sangat menentukan langkah selanjutnya untuk peserta,” ucapnya.
baca juga : Ini Sosok Polwan Cantik yang Dipercaya Menjadi Pasukan Perdamaian di Afrika Tengah
Seperti diketahui, misi perdamaian PBB yang akan ditempatkan di negara konflik, seluruh peserta nantinya akan melaksanakan patroli gabungan dbersama dengan FPU setingkat peleton. Disana FPU 3 MINUSCA yang memiliki kemampuan mengemudi akan mengendarai kendaraan untuk membantu membawa logistik dan juga mengangkut kebutuhan warga serta membantu membawa warga yang perlu dievakuasi dalam penyelamatan. Dibutuhkan kecepatan dalam berkendara, termasuk juga mampu mengendarai kendaraan dengan lamban antara 10 kilometer per jamnya.
Peacekeeper Polri juga akan membantu para pengungsi dengan kendaraan yang tersedia. Dalam satu rangkaian patroli, taktikal menggunakan satu atau dua mobil Land Cruiser lapis baja, tiga atau empat mobil patroli double cabin, satu mobil ambulance, dan satu atau dua APC (Armoured Personnels Carrier). Jika semua itu dibutuhkan, maka FPU 3 Garuda Polri sudah siap dengan kemampuan yang ada.
Salah satu peserta, Brigadir Polisi (Brigpol) Sunardi yang selama ini bertugas di bidang mekanik Ditpolairud Polri mengatakan, dibutuhkan konsentrasi dan fokus saat mengendarai kendaraan yang ada. Selama menjalani ujian mengemudi tadi ia juga harus mampu mengontrol emosi dalam berkendara.
“Sudah pasti akan banyak tugas kemanusiaan disana yang membutuhkan kemampuan dalam berkendara. Karena itu, karena ini setir di kiri saya harus terbiasa. Agak tegang juga dengan tim penguji (PBB), karena memang sangat ketat dan harus tepat waktu dan tepat dalam memposisikan kendaraan. Emosi juga harus mampu kita kontrol,” urai Sunardi.
Kepala Biro Misi Internasional Divisi Hubungan Internasional (Karomisinter Divhubinter) Polri Brigjen Pol. Krishna Murti, secara tegas mengatakan, Garuda Polri FPU 3 FPU 3 MINUSCA harus memiliki keterampilan dan kemampuan yang disesuaikan dengan kebutuhan di wilayah atau negara konflik. Misi perdamaian dan ketertiban dunia ini juga harus dilaksanakan dengan cara humanis, merangkul, peduli dan wajib membantu serta mempersatukan satu dengan lainnya.
“Seluruhnya (Team Garuda Polri) wajib memiliki skill (Kemampuan) yang memang dibutuhkan dalam misi perdamaian di Afrika Tengah ini. Karena itu dengan pendidikan dan pelatihan yang telah berjalan selama ini, mereka harus melaksanakan ujian untuk melanjutkan perjalanan dalam misi perdamaian,” tegas Krishna Murti dalam beberapa kesempatan. (*)

