Wali Kota Makassar Tancap Gas Benahi Sampah, Dari Open Dumping ke Sanitary Landfill hingga PLTSa

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM – Pemerintah Kota Makassar di bawah kepemimpinan Wali Kota Munafri Arifuddin terus menunjukkan komitmen kuat dalam membenahi persoalan persampahan secara menyeluruh.

Bahkan di tengah suasana libur, sosok yang akrab disapa Appi tetap memimpin langsung rapat strategis guna memastikan program berjalan optimal.

Pada Jumat (3/4/2026), aktivitas di Rumah Jabatan Wali Kota (Anging Mamiri) tetap berlangsung intens.

Munafri memimpin rapat bersama jajaran kepala SKPD untuk membahas penanganan sampah sekaligus merumuskan solusi jangka panjang yang berkelanjutan.

Usai rapat, Munafri menegaskan bahwa pembahasan terkait Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) merupakan amanah pemerintah pusat yang harus dijalankan secara serius dan konsisten.

Baca Juga : Survei: 84,9 Persen Warga Dukung Penertiban PKL, Pemkot Makassar Diminta Konsisten Benahi Kota

Menurutnya, percepatan program strategis seperti PSEL atau PLTSa membutuhkan kerja aktif lintas sektor, tanpa mengenal waktu.

“Di hari libur pun kita tetap bekerja. Ini bagian dari komitmen untuk memastikan program penting seperti PSEL berjalan di Kota Makassar,” ujarnya.

Ia menekankan, PSEL bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan solusi jangka panjang atas persoalan sampah yang semakin kompleks.

Karena itu, koordinasi lintas sektor terus diperkuat agar setiap tahapan berjalan sesuai target.

Lebih lanjut, Munafri menegaskan bahwa transformasi sistem pengelolaan sampah menjadi prioritas utama seluruh jajaran pemerintah kota, mulai dari SKPD hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.

Salah satu langkah krusial yang tengah dijalankan adalah peralihan sistem Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dari metode open dumping ke sanitary landfill.

Menurutnya, sistem sanitary landfill jauh lebih ramah lingkungan karena dilengkapi lapisan pelindung, pengelolaan air lindi, serta penutupan tanah secara berkala.

Baca Juga : Wali Kota Makassar Tegas Lindungi PPPK, Pemkot Pilih Genjot PAD Ketimbang Pangkas Pegawai

Hal ini berbeda dengan metode open dumping yang selama ini hanya menumpuk sampah tanpa pengelolaan memadai dan berpotensi mencemari lingkungan.

Selain itu, Pemkot Makassar juga telah menyusun road map pengelolaan sampah dari hulu ke hilir. Strategi ini menitikberatkan pada pengurangan sampah sejak dari sumber melalui konsep reduce, reuse, recycle (3R).

Implementasinya meliputi pemilahan sampah berbasis RT/RW, penguatan bank sampah, optimalisasi TPS3R, pengolahan sampah organik melalui maggot dan kompos, hingga pemanfaatan teknologi Refuse Derived Fuel (RDF).

“Fokus utama kita adalah meminimalisir sampah sejak dari sumber dan mendorong ekonomi sirkular. Road map ini kita siapkan agar Makassar bisa menjadi contoh pengelolaan sampah modern dan berkelanjutan,” jelasnya.

Komentar