7 Januari 1965 : Indonesia Keluar Dari Keanggotaan PBB

KORANMAKASSAR.COM — Konfrontasi antara Indonesia-Malaysia yang berusaha diselesaikan melalui berbagai diplomasi namun, ketegangan di antara keduanya justru semakin memanas, terutama setelah Malaysia menyatakan merdeka pada 16 September 1960. Rasa tidak puas Presiden Soekarno atas berdirinya Malaysia mencapai puncaknya pada 1964.

Ketidakpuasan dari Soekarno terhadap PBB dalam mengakhiri konflik mendorong Indonesia keluar dari PBB. Pada 1 Desember 1964, wakil Indonesia di PBB menyampaikan pernyataan keras kepada Sekretaris Jenderal PBB U Thant.

Isi pernyataan tersebut adalah:

Para anggota PBB tidak mendukung Malaysia ke dalam anggota Dewan Keamanan PBB
Para anggota PBB akan memilih tetap tinggalnya Indonesia dalam PBB dari pada masuknya Malaysia menjadi anggota Dewan Keamanan PBB
Memperingatkan PBB bahwa Indonesia sungguh-sungguh dalam melaksanakan niatnya.

baca juga : 6 Januari 1858 : Samuel Finley Breese Morse Berhasil Mengetes Telegraf Listrik Temuannya

Akan tetapi, ancaman tersebut tidak berhasil. Pada 7 Januari 1965, Malaysia diterima sebagai anggota tidak tetap Dewan Keamanan PBB. Akhirnya, Soekarno memutuskan keluar dari PBB. Soekarno bercerita bahwa keinginannya itu sempat ditentang oleh pemerintah-pemerintah dari negara lain.

Melalui surat Menteri Luar Negeri Subandrio, Indonesia keluar dari PBB sejak tanggal 1 Januari 1965.

Keputusan tersebut disampaikan melalui surat pada 6 Januari 1965. Dalam surat itu juga disertakan jaminan bahwa Indonesia akan tetap setia pada prinsip-prinsip kerja sama internasional seperti yang tercantum dalam piagam PBB.

Namun setelah Soeharto mengambil tampuk kekuasaan dari Soekarno, hubungan internasional Indonesia kembali membaik. Indonesia tak lagi berkonfrontasi dengan Malaysia dan kembali aktif di PBB. Indonesia menjadi negara pertama dan satu-satunya yang pernah keluar dari PBB.

Sumber: kompas.com