MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — Kegiatan bakti sosial berbagi Sembako Gratis IKA Smansa’82 Makassar yang digelar di Baruga Kompleks Pemakaman Raja-raja Tallo, di Jl. Sultan Abdullah, Kelurahan Tallo, Kecamatan Tallo, Kota Makassar menjadi begitu istimewa. Keistimewaan itu tercipta karena momen yang digelar di bulan suci Ramadhan ini ternyata tidak hanya dimotori oleh para alumni yang beragama Islam, namun di sana para alumni yang beragama Non Islam pun tidak sedikit menyumbangkan peran aktifnya.
Ketua IKA Smansa Kristen’82, Okto Daytop Siwoe, saat ditemui media di lokasi Baksos, Rabu (27/4/2022), mengemukakan alasannya sehingga turut serta mengambil peran dalam Baksos di bulan Ramadhan ini.
Menurut alumni yang kerap disapa Boy ini, apa yang dilakukannya semata-mata ingin menggambarkan betapa orang Kristen sangat mengedepankan toleransi sehingga tidak ada salahnya bila ikut serta dalam Baksos di bulan Ramadhan yang digelar IKA Smansa’82 Makassar ini. Alasan lainnya adalah salah satu hari raya umat Kristen yakni Hari Raya Paskah dirayakan di bulan Ramadhan di mana teman-teman Muslim sedang melaksanakan ibadah puasa sebulan penuh.
“Jadi saya fikir tidak ada salahnya bila kita IKA Smansa Kristen ikut berperan serta dalam Baksos berbagi Sembako gratis di bulan Ramadhan ini,” tegas Boy.
Lebih lanjut dikatakannya, Alkitab menjadi dasar dan pedoman bagi umat Kristiani untuk hidup bertoleransi
dengan orang-orang beragama lain. Dengan demikian, kita sebagai orang Kristen harus menjadi orang yang bisa hidup bertoleransi dan rukun dengan kelompok-kelompok lain yang berbeda keyakinan/agama dengan kita dan berbuat baik kepada mereka.
“Kita hidup di tengah-tengah masyarakat yang penuh dengan keberagaman, mau tidak mau kita akan bertemu dengan orang lain yang berbeda kepercayaan dengan kita,” katanya.
Dalam kondisi tersebut, tambahnya, penting bagi kita orang Kristen untuk memikirkan bagaimana kita akan menyikapi perbedaan-perbedaan tersebut dengan baik dan benar. Jika tidak, maka hal itu berpotensi mengakibatkan kekacauan.
Di Indonesia sendiri pun sudah ditetapkan Pancasila yang merupakan ideologi atau dasar negara kita dan juga Undang-Undang yang mengatur perilaku kita sebagai warga negara agar tidak lagi terjadi perilaku diskriminatif terhadap orang lain.
baca juga : Peduli Kebutuhan Masyarakat di Bulan Ramadhan, IKA Smansa’82 Berbagi Sembako Gratis kepada Warga Tallo
Sebagai warga negara sekaligus orang Kristen yang baik, kita wajib untuk menaati peraturan-peraturan yang telah dibuat, termasuk di dalamnya adalah aturan yang berkaitan dengan toleransi antar sesama dan prinsip-prinsip kehidupan.
“Orang Kristen harus berpegang teguh pada imannya sekaligus hidup bertoleransi dengan orang lain. Bagaimana agar kedua hal tersebut bisa berjalan bersamaan dan tidak saling meniadakan? Di sinilah kita sebagai umat Kristiani perlu melihat kembali bagaimana memahami toleransi yang sesungguhnya menurut Alkitab/Firman Tuhan,” pungkasnya.
(Tim Liputan KoMa)

