BAZNAS–Kemenag Enrekang Kirim Dai 3T ke Perbatasan, Desa Benteng Alla Jadi Pusat Dakwah Ramadhan 1447 H

ENREKANG, KORANMAKASSAR.COM — Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Enrekang bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Enrekang menetapkan Desa Benteng Alla, Kecamatan Baroko, sebagai lokasi pelaksanaan Program Dai 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) tahun 2026.

Penetapan tersebut disepakati dalam rapat koordinasi kedua lembaga sebagai upaya memperkuat layanan keagamaan di wilayah perbatasan.

Plt Ketua BAZNAS Enrekang, Dirhamza, mengatakan Desa Benteng Alla dipilih karena memenuhi kriteria wilayah 3T sesuai petunjuk teknis Kemenag RI.

Selain berbatasan langsung dengan Kabupaten Tana Toraja, desa ini juga masuk kategori Desa Zakat, sehingga dinilai strategis sebagai pusat kegiatan dakwah.

Baca Juga : Baznas Enrekang Benahi Tata Kelola Zakat ASN, Perkuat Dasar Hukum dan Syariat

“Desa Benteng Alla cukup strategis karena berada di wilayah perbatasan dan masuk kategori Desa Zakat. Karena itu, kami tetapkan sebagai lokus Program Dai 3T tahun 2026,” ujarnya, Senin (9/2/2026).

Untuk mendukung kelancaran program sekaligus menyambut Ramadhan 1447 Hijriah, BAZNAS mengalokasikan bantuan sebesar Rp10 juta.

Dana tersebut diperuntukkan bagi transportasi, akomodasi, konsumsi, serta uang saku para dai selama bertugas.

Di desa tersebut terdapat sekitar 10 masjid yang akan menjadi pusat kegiatan dakwah. Dua dai telah ditetapkan untuk bertugas, masing-masing berasal dari Kecamatan Maiwa dan wilayah Duri, Enrekang.

Program dijadwalkan mulai 15 Februari hingga 23 Maret 2026, bertepatan dengan momentum Ramadhan.

Selama pelaksanaan, para dai akan didampingi tim dari Kemenag Enrekang serta BAZNAS tingkat kecamatan dan desa guna memastikan kegiatan berjalan efektif.

Baca Juga :Baznas Enrekang Tanggung Biaya Pengobatan Warga Kurang Mampu, Bupati Serahkan Langsung di RSUD

Kasi Bimas Kemenag Enrekang, Muh. Askar Asiz Mudji, menegaskan program ini bertujuan memperkuat syiar Islam, mendorong moderasi beragama, serta pemerataan pelayanan keagamaan di daerah yang masih terbatas aksesnya.

“Para dai akan menjadi ujung tombak dakwah, mulai dari membimbing ibadah, mengimami salat, mengajar mengaji, hingga memberantas buta huruf Al-Qur’an. Mereka juga akan menanamkan nilai-nilai Islam yang ramah dan toleran serta menyiapkan kader dai lokal,” jelasnya.

Program Dai 3T didanai melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kemenag Enrekang dan BAZNAS Enrekang, sebagai bentuk sinergi penguatan pembinaan keagamaan masyarakat di wilayah terpencil dan perbatasan. (*)

Komentar