Dikonfirmasi terpisah, ketua Kerambah Tello Baru Jaya yang juga ketua kelompok Sadar wisata (Pokdarwis) Tello Baru, Ibrahim Aziz menerangkan bahwa bantuan dari DP2 Makassar berupa Dermaga apung yang sekarang sudah menjadi kafe & resto, hendak dikelola secara profesional,
“Saya mau mengelola usaha ini secara profesional, tidak perlu melibatkan banyak orang, lebih baik dampaknya (positif) saja. Banyak memang ibu ibu di sini yang bisa bikin kue tapi tidak sembarang juga bisa masuk, makanya saya batasi.” imbuhnya.
Ibrahim mengakui membayar karyawan tenaga ahli seperti koki dan barista dari Hotel agar usaha tersebut nampak dikelola secara profesional,
baca juga : Kolaborasi TP PKK Makassar Bersama Dinas Kelautan dan Perikanan Prov Sulsel Turunkan Stunting Makassar
“Kafe ini baru beroperasi satu bulan. Nanti kalau usaha ini jalan pastinya akan ada dampak positif untuk masyarakat.” ujarnya.
Ibrahim mengakui telah mengeluarkan biaya besar untuk mendatangkan dermaga apung yang sempat terbengkalai di Pantai Losari. Biaya yang dianggarkan 200 juta untuk mendatangkan flooting market (dermafa apung) seluas 30 x 7 m² tersebut.
“Juli 2020, dermaga itu didatangkan ke sini, saya semua yang biayai sampai cantik seperti sekarang, total biayanya sekitar 200 juta.” tandasnya. (Ilho*)

