Catatan Denny JA : Jakarta Menangis, Kota Dengan Polusi Udara Terburuk di Dunia

-000-

What next? Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk kualitas udara lebih baik di Jakarta. Itu antara lain:

Mempromosikan transportasi umum: Pemerintah dapat mempromosikan transportasi umum, seperti bus dan kereta api, untuk mengurangi jumlah mobil di jalan.

Beralih ke sumber energi yang lebih bersih: Pemerintah dapat beralih ke sumber energi yang lebih bersih, seperti energi terbarukan, untuk mengurangi emisi dari pembangkit listrik tenaga batu bara.

Penegakan peraturan tentang pembakaran terbuka: Pemerintah dapat memberlakukan peraturan tentang pembakaran terbuka untuk mengurangi sumber polusi udara ini.

Berinvestasi dalam teknologi pengendalian polusi udara: Pemerintah dapat berinvestasi dalam teknologi pengendalian polusi udara, seperti filter dan scrubber, untuk mengurangi emisi dari kendaraan dan pabrik.

Publik luas dapat pula berpartisipasi ikut mengurangi polusi udara di Jakarta, dan juga wilayah lain.

Misalnya, mengurangi penggunaan kendaraan, terutama dengan beralih ke angkutan umum atau berjalan kaki/bersepeda. Ibu rumah tangga perlu pula disosialisasikan tidak membakar sampah.

Juga perlu digalakkan gerakan menanam pohon. Atau kegiatan menghijaukan lingkungan. Pohon dan tumbuhan membantu menyerap polutan dan meningkatkan kualitas udara.

Bagi yang memiliki pekarangan rumah, dapat menanam pohon apa saja yang disukai. Bagi yang tinggal di kontrakan atau kos, bisa mulai dengan pot tanaman, diletakkan di beranda.

Pemandangan gedung bertingkat yang diselimuti asap polusi di Jakarta, Senin (29/7/2019). Data aplikasi AirVisual yang merupakan situs penyedia peta polusi daring harian kota-kota besar di dunia, menempatkan Jakarta pada urutan pertama kota berpolusi sedunia pada Senin (29/7) pagi dengan kualitas udara mencapai 183 atau kategori tidak sehat. ANTARA FOTO/Wahyu Putro A/ama.

Salah satu gerakan penanaman pohon paling sukses dalam sejarah adalah Gerakan Sabuk Hijau. Gerakan ini didirikan oleh Wangari Maathai di Kenya pada tahun 1977.

Gerakan ini telah menanam lebih dari 51 juta pohon dan membantu meningkatkan taraf hidup jutaan orang.

Maathai dianugerahi Hadiah Nobel Perdamaian pada tahun 2004 untuk pekerjaannya dengan Gerakan Sabuk Hijau. Dia dianggap sebagai pelopor dalam perang melawan deforestasi dan perubahan iklim.

Sekecil apapun, bersama kita dapat membalikkan keadaan. Jangan kita biarkan Jakarta juara dunia untuk polusi udara terlalu lama. Jangan biarkan Jakarta menangis.*

21 Agustus 2023.

CATATAN

(1). Jakarta Kota Terburuk di Dunia untuk Polusi Udara

https://amp.cnn.com/cnn/2023/08/16/asia/indonesia-pollution-jokowi-cough-intl-hnk/index.html