CEO EcoNusa Minta Pemerintah Beri Perlindungan Hukum bagi Nelayan Kecil

Dinamisator Jaring Nusa, Asmar Exwar menambahkan, diskusi tersebut digelar sebagai upaya untuk bagaimana membedah kebijakan terkait perencenaan, pengelolaan tentang ruang laut khususnya di kawasan timur Indonesia.

“Seperti yang kita lihat selama ini banyak wilayah pesisir yang tidak masuk dalam bagian dari kebijakan peraturan ruang laut. Contoh soal laut tangkap yang rentan diterobos oleh pihak lain sehingga menimbulkan kerusakan,” ujar Asmar.

“Padahal sebenarnya wilayah tangkap itu adalah bagian dari pada wilayah kelola masyarakat nelayan, yang jika itu dirusak, nelayan akan kehilangan sumber pendapatan,” bebernya.

baca juga : Nelayan Sinjai Nilai Bantuan Sarpras Perikanan dan Kelautan Sangat Berarti di Masa Pandemi

Ke depan, lanjut Asmar untuk menjawab masalah-masalah di pesisir terkhusus di wilayah timur Indonesia, Jaring Nusa berkomitmen akan terus menjadi jembatan aspirasi masyarakat nelayan.

“Seperti kita ketahui banyak keluhan nelayan yang tidak sampai kepada pemangku kebijakan. Oleh sebab itu, Jaring nusa harus menjadi bagian untuk mengangkat isu-isu atau hal-hal penting yang menjadi problem di wilayah pesisir khususnya di pulau kecil,” katanya.

“Selain itu, kita juga ingin mengangkat apa potensi-potensi yang bisa dikelola oleh masyarakat nelayan,” tandasnya.

Dhany