Sejak 5 tahun sebelumnya, dalam Pilpres 2004, data LSI Denny JA terbukti akurat dan kokoh, memprediksi kemenangah SBY/ Jusuf Kala.
Di tahun 2009, survei saya juga menyatakan SBY akan menang, bahkan satu putaran saja. Saat itu, sejak 3 bulan sebelum hari pencoblosan, sampai 2 bulan, lalu sebulan, elektabilitas SBY- Boediono sudah stabil minimal di angka 51% – 54%.
Karena keberhasilan prediksi saya, dan juga heboh yang disebabkannya, saya pun akhirnya mendapatkan penghargaan dari dunia wartawan.
Di tahun 2009, PWI Jaya menganugrahkan saya: The Newsmaker of Election 2009. Saya dianggap menjadi pusat berita, membawa isu yang kemudian menyedot begitu banyak perhatian, dan menenggelamkan isu-isu besar lainnya.
Tak hanya kehebohan publik yang saya sebabkan. Tapi ujung dari kampanye Satu Putaran Saja ternyata akurat dan memang terjadi.
Bagaimana dengan Pilpres 2024? Akankah pilpres kali ini juga berakhir Satu Putaran Saja?
Data sekarang, data LSI Denny JA di awal Desember 2023, juga data dari beberapa lembaga survei lain yang kredibel, dukungan kepada Prabowo-Gibran itu memang sudah di atas 42%.
baca juga : Denny JA: Anies Atau Ganjar Yang Lolos ke Putaran Kedua Pilpres Melawan Prabowo Gibran?
Tapi elektabilitas Prabowo-Gibran belum seperti SBY-Boediono dulu, di angka 51%- 54%. Sementara elektabilitas Anies- Muhaimin dan Ganjar- Mahfud, dua-duanya di bawah 25%.
Untuk menang satu putaran, berarti Anies- Muhaimin dan Ganjar- Mahfud, perlu tambah dukungan sebanyak di atas 25% lagi.
Ini terlalu banyak dukungan tambahan yang diperlukan agar mereka menang satu putaran saja. Sementara waktu tersisa hanya dua bulan.
Bisa dikatakan peluang pasangan Anies atau pasangan Ganjar untuk menang satu putaran saja itu hampir, hampir, hampir, hampir mustahil. Saya menyatakan hampir mustahil sebanyak empat kali, untuk tidak terlalu keras menyatakan MUSTAHIL!

