Denny JA: Setelah Debat Capres Ketiga

Tingkat kesukaan publik atas Prabowo juga di atas 80%. Ini juga angka favourability yang sangat tinggi sekali. Sementara Anies dan Ganjar, yang suka padanya di bawah bahkan 75%.

Selama saya melakukan survei sejak Pilpres tahun 2004, sejak Pilpres yang pertama yang dipilih rakyat secara langsung, yang pernah masuk dalam kategori premium ini, dikenal di atas 95% disukai di atas 80%, baru bisa dicapai oleh dua orang saja.

Yaitu SBY di tahun 2009, ketika ia menang Pilpres satu putaran saja. Dan Jokowi tahun 2018, ketika ia menang Pilpres untuk kedua kalinya.

Lalu bagaimana dengan pengaruh debat capres? Seberapa besar debat itu berpengaruh?

LSI Denny JA melakukan survei di bulan Desember 2023. Saat itu, survei juga merekam perdebatan capres sebelumnya.

Ini mengulangi tradisi dan data 5 tahun yang lalu. Setiap pilpres, LSI Denny JA melalukan survei, yang juga berisi data soal debat capres.

Ternyata yang menonton debat itu sebanyak 47,5% dari populasi pemilih Indonesia. Tapi tak semua menonton penuh. Ada yang menonton debat capres hanya satu menit saja, 5 menit saja, di bawah 10 menit.

Yang menonton debat secara penuh, dari awal hingga akhir, hanya 31% saja dari yang mengaku menonton debat capres. Jika angkanya dikalikan, yang menonton debat capres secara PENUH hanya 14 sampai 15% saja dari populasi pemilih.

baca juga : LSI Denny JA: Tiga Perkembangan Baru Pilpres di Ujung Tahun 2023, Yang Berjaya dan yang Tersingkir

Lalu dari yang populasi yang menonton penuh debat presiden itu, seberapa banyak setelah menonton, mereka mengubah pilihan mereka?

Ini datanya. Ternyata hanya 22,2% saja yang mengubah pilihannya dari yang menonton debat secara penuh. Karena yang menonton penuh itu hanya 14-15% saja, maka yang mengubah pilihannya setelah menonton debat hanya 2% sampai 3% saja.

Perubahan ini terjadi untuk semua kategori. Yaitu dari yang memilih menjadi tak mau memilih. Dan sebaliknya. Juga dari capres A, B, dan C, yang bertukar posisi memilih capres lain.

Setelah debat ini pun, tak banyak elektabilitas capres yang berubah. Kita bisa buat hipotesis. Di awal Januari 2024, elektabilitas Prabowo- Gibran masih di kisaran 43% lebih.