Deputi CEO PT Vale, Ajak Peserta Simposium Menggunakan Energi Terbarukan

KORANMAKASSAR.COM—Dihadapan peserta simposium PT Valle yang berlangsung di hotel Four Point, pada Jumat (10/01/2020), Deputi CEO PT Vale Indonesia Tbk, Febriany Eddy, mengajak untuk menggunakan energi terbarukan.

Menurutnya hal itu guna mengurangi kerusakan lingkungan yang terjadi, seperti sekarang ini. Akibatnya, pemanasan global, penyebab pemanasan bumi, salah satunya lewat emisi karbon bahan bakar fosil.

“Harus ada perubahan ekstrim semua pihak untuk menyelesaikan masalah ini,” kata Febriany.

Menurutnya, energi fosil disatu sisi mengerikan, disatu sisi sangat menjanjikan karena manusia memanfaatkan bahan bakar fosil.

Dikatakan, korporasi swasta tidak bisa tutup mata dan pangku tangan karena berkontribusi terhadap emisi yang merusak lingkungan.

“Sehingga manusia harus mencari solusi energi ramah lingkungan,” imbuhnya.

Ia juga meminta sekiranya, pihak pemerintah dapat membuat kebijakan yang memang mendukung energi terbarukan. Dari media pun agar membantu mengedukasi publik pentingnya bergerak ke arah energi terbarukan.

Selain itu, dari sisi civitas akademika atau universitas harus bisa membantu penelitian atau research untuk pengembangan energi terbarukan.

“Pihak korporasi harus ikut berkontribusi terutama PT Vale sehingga perusahaan tambang harus punya komitmen lebih tinggi,” tuturnya.

Febriany sendiri mengungkapkan, PT Vale telah menggunakan listrik dengan energi terbarukan, dalam memproduksi nikel. Diantaranya PLTA yaitu Larona, Karebbe dan Balambano yang merupakan pemnfaatan energi terbarukan.

Baca Juga : Tudang Sipulung Bersama Asosiasi Pedagang Pasar Sentral, Iqbal Mengaku Prihatin

Di usia PT Vale Indonesia Tbk yang sudah mencapai lima dekade dan terus berkomitmen berinvestasi pada pembangunan berkelanjutan.

“Kami berupaya melakulan investasi untuk pembangunan berkelanjutan untuk memberi warisan kepada generasi selanjutnya,” katanya.

Diketahui, simposium PT Vale Indonesia Tbk mengundang berbagai elemen masyarakat, pemerintah, dan pihak korporasi tujuannya berdialog, agar menyamakan visi perihal peranan penting, dapat men drive perubahan ini.