Fitnah Ditebar, Indikasi Upaya Lemahkan Kinerja Institusi dan Berharap Polri Bubar

“Dan itu cukup banyak. Sehingga tak heran situasi ini memunculkan bahwa banyak faksi dengan misi masing-masing yang berupaya menguasai Polri dengan cara apapun,” tandasnya.

Polri Ditelanjangi

Mahasiswa Magister Ilmu Komunikasi ini juga sangat menyayangkan, karena perang antar faksi itu malah membuat Polri ‘ditelanjangi’ dan bulat-bulat difitnah terus menerus.

“Yang membuat kita tidak habis pikir adalah testimoni Ismail Bolong, seorang mantan Bintara Polri tetapi tak lama setelah itu dia mengklarifikasi sendiri pernyataannya bahwa tuduhannya itu tidak benar dan dia ngaku berbuat demikian karena ditekan Brigjen Hendra yang kita tau sepanjang karirnya di Polri terus menerus berposisi di Propam Mabes. Sesuatu keanehan sekaligus nekad yang bodoh karena terlalu mudah menyerang terus langsung minta maaf. Ini enomena yang luar biasa namun justru digunakan menjadi layaknya seperti sesuatu bukti hukum,” kecamnya.

Hal lain yang membuat Yudis heran dan tak habis pikir kenapa produk Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Ropaminal Mabes Polri bisa keluar ke publik.

“Kalau tidak ada keterlibatan orang dalam tentu tidak mungkin kebocoran LHP itu terjadi. Mengacu kepada pengakuan Ismail Bolong, sangat masuk akal kalau antek-antek Hendra Kurniawan terlibat, apalagi dia sudah 13 tahun di menjabat di Prompam,” tukasnya.

Yudis juga sangat menyayangkan sikap Kadiv Propam Irjen Syahardiantono yang dipercaya Kapolri untuk membenahi internal terkesan ‘tutup mata’.

“Ini juga patut dipertanyakan, apa Kadiv Propam tidak bisa meredam dan tidak tahu produk yang menjadi produk rahasia internalnya bisa muncul ke permukaan dengan sangat gamblang. Jangan sampai ada anggapan bahwa pengaruh Irjen Syahardiantono kalah terhadap antek-antek Hendra atau Sambo di dalam Propam. Atau memang pejabat Kadiv Propam ikut bermain untuk mengobok-obok Polri demi mengguncang kinerja Kapolri? Sebagai langkah yang sangat tepat tentu sudah seharusnya Kapolri sesegera bertindak, jangan malah dibiarkan. Kalau memang berniat membenahi Polri maka harus dibenahi dengan cara yang tepat dan benar,” bebernya.

baca juga : Repson Cepat Instruksi Kapolri, Satlantas Polres Palopo Lakukan Perbaikan Pelayanan SIM

Yudis juga berharap Indonesia Police Watch (IPW) sebagai lembaga yang turut menjadi kontrol sosial bisa lebih cerdas bijak menyikapi permasalahan ini.

“Sebaliknya IPW ikut membantu Kapolri tuntaskan kerusakan Polri. Karena sudah kerap terbukti bahwa dengan hanya dengan model menyerang, mendiskreditkan tanpa ada solusi tentu Kapolri tidak bisa dengan lebih baik membenahinya ke depan. Jangan karena langkah-langkah IPW membuat Kapolri jadi bermain ilmu selamat personal. Polri ini kan satu kesatuan, bukan sebatas milik Jenderal Listyo Sigit. Artinya Kapolri juga ikut berperan, jangan seolah-olah ikut menikmatinya dan berupaya mau dapat untung dari konflik yang ada ini,” pungkasnya. (*)