Sementara itu, Ketua Serikat Pekerja PLN NPS Abi Kuswo cenderung membatasi informasi terkait aksi yang mereka inisiasi. Ia menegaskan bahwa aksi tersebut bersifat internal dan tidak untuk konsumsi publik.
“Aksi damai kami adalah aksi internal. Kami sudah menghimbau agar tidak disebarluaskan ke eksternal,” ujarnya melalui pesan WhatsApp, Selasa malam (30/12/2025).
Sebagaimana diketahui, kantor pusat PLN Nusantara Power Services (NPS) di Jalan Raya Bandara Juanda, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur, menjadi sasaran aksi pegawainya sendiri pada Senin (29/12/2025) kemarin.
Aksi tersebut dipicu persoalan bonus kinerja tahun 2024 yang dibayarkan pada November 2025, yang dinilai tidak sebanding dengan capaian laba perusahaan. Meski berlangsung damai, aksi ini menandai adanya persoalan krusial di internal perusahaan.
Baca Juga : Kritik Keras ke Dirut PLN: Listrik Aceh Tak Kunjung Pulih, Relawan Minta Presiden Bertindak
Sejumlah spanduk dan papan bunga berisi protes tampak terpasang di halaman kantor. Salah satu spanduk berbunyi:
“Piala Prestasi Berkilau Terang, Angka Laba Melesat Tinggi, Kerja Terbaik Sudah Kami Berikan, Saatnya Perhatikan Kesejahteraan Kami!!”
Sementara pada papan bunga bertuliskan pantun protes:
“Pergi ke kantor membawa harapan, pulang malam tubuh kelelahan. Laba naik jadi kebanggaan, pendapatan turun jadi pengorbanan.”
Meski aksi berlangsung tertib, dinamika yang muncul menunjukkan adanya persoalan mendasar terkait kesejahteraan pegawai dan komunikasi internal yang kini menjadi sorotan publik. (*)

