“Kapal Ternak di tahun 2015 itu awalnya cuma ada 1 trayek dengan 4 pelabuhan muat dan 4 pelabuhan bongkar dengan realisasi muatan sebanyak 353 ekor,” ujar Dirlala.
Selanjutnya, di tahun 2016 realisasi muatan ternak meningkat signfikan menjadi 8403 ekor dan sedikit menurun di tahun 2017 menjadi 7990 ekor.
Kemudian Tahun 2018 trayek Kapal Ternak bertambah menjadi 6 trayek dengan 10 pelabuhan muat dan 7 pelabuhan bongkar. Realisasi muatan pun meningkat tajam menjadi 34.134 ekor.
Pada Tahun 2020, capaian kinerja kapal khusus angkutan ternak telah mengangkut sejumlah 42.984 ekor sedangkan 2019 telah mengangkut 42.726 ekor sehingga terjadi kenaikan sekitar 0,9%.
baca juga : Ditjen Hubdat Bersama KNKT Bahas Keselamatan Angkutan Barang
“Kita bertekad untuk dapat meningkatkan jumlah ternak yang dapat diangkut tahun ini meski kapal ternak kita tahun ini memasuki masa perlimbungan pertengahan (dock intermediate) Kami memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Kementerian Pertanian, Pemerintah Daerah serta Operator kapal yang telah mendukung terselenggaranya program nasional 1000 desa sapi,” ujarnya.
Pada tahun 2021 program Tol Laut baik ternak maupun barang lebih fokus pada muatan balik yang fungsinya disamping sebagai penyeimbang pambiayaan Distribusi Logistik juga pendorong geliat perekonomian di daerah terutama 3TP.
“Untuk kapal khusus hewan memang akan terfokus pada penyeimbang pembiayaan Distribusi Logistik sehingga dapat mengurangi Nilai Subsidi yang dapat dimanfaatkan pada kebutuhan penting lainnya terutama dalam hal dukungan penanganan pandemi Covid-19 serta pemulihan ekonomi seperti yang saat ini,” tutupnya.

