Ketua DPRD Kota Makassar Minta Mahasiswa Jangan Anti Dengan Politik

“Ini di 2024 mendatang pacemi punna sibi (Tidak bisa dipilih kalau cuma uang 100 ribu. Ini sangat membahayakan demokrasi, lagi-lagi mahasiswa harus mengedukasi masyarakat,” ajak Rudianto Lallo.

Ketua Dewan Pendidikan Makassar itu juga kawatir lembaga pemerintahan kedepannya diisi oleh yang tidak punya disiplin ilmu pemerintahan dan politik yang matang, karena dampak dari politik uang. Hal itu disebut dapat mengganggu stabilitas pemerintahan dan dapat mempengaruhi pendidikan. Sebab baik sebagai legislatif ataupun eksekutif diberikan amanah sebagai penyelenggara pemerintah.

“Mereka yang mengambil keputusan, jadi kalau keputusannya asal-asalan, maka semuanya bisa berdampak buruk, jadi jika adek-asek cuek, tidak mau terjun langsung ke dunia politik, siapa lagi yang mau diharapkan,”ucap Rudianto Lallo.

Sementara itu dekan Fisip Unhas, Dr Phil Sukri mengataka untuk menjadi pemilih yang cerdas, tidak boleh berdiri sendiri, harus disertai dengan adanya lembaga / instutusi yang berintegritas.

” adanya pemilih cerdas tidak lepas dari integritasnya lembaga pemilu. penyelenggara yang baik maka demokrasi yang kita nanntikan, aman, adil, makmur terwujud,”ujarnya.