Ketua IWO Sulsel Minta Aparat Kepolisian Bertindak Tegas Atasi Perang Kelompok

KORANMAKASSAR.COM — Perang kelompok di wilayah Kandea tepatnya perbatasan Kelurahan Bunga eja Beru kecamatan Tallo dan kel. Baraya kecamatan Bontoala semakin meresahkan.

Hal ini mengundang komentar ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Sulsel Zulkifli Thahir. Pria yang juga merupakan warga komplek perumahan di sekitar area tawuran kelompok, mengecam peristiwa ini karena berpotensi memakan korban dari pihak warga sekitar khususnya pengguna jalan.

“Saya sangat mengecam tawuran kelompok yang tak ada ujungnya kapan berakhir, dan menyayangkan tindakan dari pihak kepolisian, kami warga yang berada di Jalan Al Markas II dimana akses jalan tersebut satu satunya kami lalui, di jalan ini banyak kompleks perumahan dan tentu warganya termasuk saya resah karena terganggu dengan tawuran kelompok yang entah kapan berakhir”, kesal Zulkifli Thahir dalam rilis tertulisnya, Sabtu 2 Januari 2020.

“Belum lagi parkiran kendaraan dari warga sebelah kanal semakin mempersempit akses jalan warga kompleks ditambah dengan tawuran ini,” tambahnya.

Dirinya meminta kepada pihak terkait segera menyelesaikan persoalan antar warga sebelum menambah korban jiwa lebih banyak lagi.

“Kami warga meminta dengan tegas baik aparat kepolisian, kecamatan dan kelurahan untuk turun segera menangani masalah ini agar tidak berlarut larut bahkan tawuran ini menjadi tontonan warga sekitar, aneh”, harap ketua IWO Sulsel.

baca juga : Perang Kelompok di Kandea Tambah Parah, Rumah Warga jadi Sasaran Bom Molotov

Diketahui, kedua kubu yang terlibat perang kelompok sempat berdamai sekitar dua bulan (November -Desember 2020). Namun pecah lagi sejak tiga hari laly sebelum pergantian tahun 2021 dan berlanjut hingga saat ini.

Lokasi tawuran yang kerap terjadi berada di tiga wilayah kelurahan yakni Baraya kec. Bontoala, Bungaeja Beru Kec. Tallo dan warga yang resah di Kelurahan Lembo Kec. Tallo. Hingga berita ini terbit belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian dalam hal ini Polsek Bontoala dan Polsek Tallo serta aparat pemerintah setempat. (ilho)