Kirim Tenaga Kerja ke Jepang, BKNDI Sulsel MoU Dengan NGC Education Center Surabaya

MAKASSAR, KORANMAKASSAR.COM — BKNDI melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman atau MoU dengan pihak NGC Education Center Surabaya untuk program Tokutei Ginou / Specified Skill Worker (SSW) di sekretariat DPW Badan Komunikasi Nasional Desa se-Indonesia di bilangan Pasar Pannampu kecamatan Tallo Kota Makassar, jumat (25/11/22)

MoU tersebut dilkukan dalam rangka mengurangi angka pengangguran dan memanfaatkan angkatan kerja muda Indonesia untuk diberikan Pendidikan dan Pelatihan Bahasa Jepang sekaligus mencarikan pasar kerja di negeri sakura tersebut.

Hadir dalam kegiatan tersebut ketua DPW BKNDI Sulsel Alfrida Jawali, Sekretaris DPW BKNDI Sulsel, Muhammad Askar, Bendahara BKNDI Sulsel Nur Alam Rewa serta beberapa pengurus diantaranya Syamsidar Dirga selaku Ketua Bantaeng, Sofyan sebagai ketua bidang pelatihan dan tenaga kerja , Rulan Pangau sebagai Konsultan dan mitra kerja BKNDI Sulsel dan jajaran pengelola lembaga pendidikan NGC Education Center diantaranya R Nastya Sekarhayu, M.Pd selaku CEO dan Founder NGC Education Center, Farid Riadi dan Rakhmat Zaido selaku perwakilan NGC di Sulawesi Selatan

“Lembaga NGC sedang menjaring tenaga tenaga kerja muda Indonesia dengan kisaran usia antara 18 sampai 30 tahun untuk diberikan pelatihan dan pembekalan sebagai tenaga kerja profesional yang layak jual di bursa kerja negara internasional”, jelas R Nastya Sekarhayu, M.Pd selaku Founder dan CEO NGC Education Center Surabaya.

Nastya juga menekankan ada 14 bidang kerja yang segera membutuhkan tenaga tenaga kerja muda profesional di Jepang, bidang bidang adalah bidang kesehatan atau keperawatan, peternakan, pertanian, pengolahan makanan dan minuman, pembersihan gedung l, manufaktur mesin industri, material casting, pembuatan kapal, perawatan mobil, aviasi, bisnis akomodasi, serta jasa makanan.

“Dari 14 bidang pekerjaan yang tersedia yang paling dibutuhkan saat ini adalah tenaga keperawatan khususnya perawat untuk lansia di panti Werdha di Jepang, berikutnya tenaga pengolahan makanan dan minuman yang lebih spesifik lagi adalah mereka yang mau bekerja secara profesional di pabrik olahan sari laut. Ya sekitar 100 sampai 200 orang yang segera dibutuhkan oleh mitra kerja kami di Jepang”, tambah Nastya di dampingi Staff perwakilan NGC Makassar masing masing Farid Riyadi dan Rakhmat Zaido.

Pihak NGC Education Center menjelaskan secara detail kelebihan dari program lembaga mereka, Nastya mengemukakan bahwa NGC Education Center bukan sekedar merekrut calon tenaga kerja tapi menyeleksi secara ketat dan profesional terkait attitude mereka.

Sementara Muhammad Askar selaku Sekretaris DPW BKNDI Sulawesi Selatan yang juga juru bicara BKNDI menyambut baik tawaran kerjasama dari NGC Education Center, bahwa upaya NGC Education Center mengurangi pengangguran adalah langkah yang luar biasa dan sangat strategis.

baca juga : DPW BKNDI Sulsel Bersama Ketua Komisi VIII DPR RI Bahas Program Moderasi Beragama

“Di saat dunia terancam oleh gelapnya resesi ekonomi tahun 2023 lembaga pendidikan NGC memberi solusi, hal ini sejalan dengan program kerja kami di Badan Komunikasi Nasional Desa se-Indonesia untuk memanfaatkan bonus demografi dan tingginya angkatan kerja muda Indonesia yang masih menganggur untuk segera dicarikan jalan keluar agar tidak terjadi pengangguran massal yang tentu sangat berpotensi memunculkan masalah sosial baru”, sambuung Askar.

Dirinya meminta kepada seluruh jajaran pengurus di daerah agar merespons kerja sama ini agar eksistensi BKNDI terasa di masyarakat, dan harus hadir dalam memberikan solusi kepada masyarakat sebagai wujud peran peran sosial sebagai NGO.

“Segera kami bentuk tim penjaringan dan akan berkoodinasi dengan seluruh kepala daerah se Sulsel agar dapat mencari angkatan kerja muda yang siap dikirim ke Jepang”, tutup Askar.