Sebagai informasi, beberapa strategi pakan ikan tahun 2020-2024, salah satu diantaranya adalah pengembangan pakan ikan mandiri melalui bantuan mesin pakan dan bahan baku pakan ikan, peningkatan kapasitas mesin pakan ikan di Unit Pelaksana Teknis (UPT) Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya, pengembangan formulasi pakan ikan berbahan lokal, pelatihan pembuatan pakan ikan berbasis bahan baku lokal, bantuan pakan ikan produksi UPT dan pembangunan pabrik pakan skala medium di sentra produksi. Selain itu, pengendalian pakan ikan antara lain pengujian mutu pakan ikan yang beredar, pendaftaran pakan ikan yang beredar, penguatan laboratorium uji pakan ikan di UPT, monitoring dan evaluasi pakan yang beredar, penyusunan SNI pakan, Penerbitan Surat Keterangan Teknis bahan baku dan pakan ikan impor, serta sertifikasi Cara Pembuatan Pakan Ikan yang Baik (CPPIB).
Sementara itu Duta Besar Norwegia untuk Indonesia, Vegard Kaale dalam sambutannya pada acara Sustainable Aquaculture Webinar menyatakan bahwa pihak Norwegia siap menjadi partner Indonesia dalam mengembangkan industri marikultur tanah air.
baca juga : Pembuatan Kapal Pengawas Baru KKP Dimulai
“Pandemi Covid-19 telah mempengaruhi cara kerja kita menjadi lebih efektif, untuk itulah dalam seri webinar kali ini kami mengambil tema pakan dan alternatif pakan dalam akuakultur agar pelaku usaha budidaya mendapatkan gambaran mengenai pemilihan pakan yang tepat agar usahanya dapat berjalan secara efektif dan efisien” tambah Vegard.
Vegard memaparkan bahwa pada tahun 2050 diprediksi akan ada 9 miliar orang di dunia, sehingga akan dibutuhkan 2 kali lipat produksi pangan dibandingkan pada tahun 2010 untuk memenuhi kebutuhan tersebut. Potensi sumber pangan yang tinggi berada di laut karena 70% bumi tertutup oleh air, namun di sisi lain baru 5% sumber pangan saat ini yang berasal dari laut. Oleh karena itu, menumbuhkan sumber pangan di laut menjadi opsi yang sangat prospektif untuk dilakukan.
“Kami senang dapat bekerjasama serta membagi pengetahuan dengan Indonesia mengenai marikultur dan melakukan pembahasan mengenai pengalaman kami dalam membangun industrialisasi akuakultur di Norwegia. Semoga kerja sama yang baik berkesinambungan dengan Indonesia dapat terus dikembangkan untuk kemajuan industri akuakultur Indonesia” pungkas Vegard.
HUMAS DITJEN PERIKANAN BUDIDAYA

