ENREKANG, KORANMAKASSAR.COM – Ratusan mahasiswa dan masyarakat yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Enrekang menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kejaksaan Negeri Enrekang, Rabu (3/12).
Mereka menuntut penyelidikan mendalam dan tindakan tegas terhadap mantan Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Enrekang, Padeli, terkait dugaan pemerasan, kriminalisasi Komisioner Baznas, serta penyalahgunaan kewenangan selama masa jabatannya.
Jenderal lapangan aksi, Muh. Zam Zani Hafsyam, bersama Koordinator Lapangan Muh. Furqan, memimpin massa yang membawa sejumlah tuntutan. Mereka menyerukan agar Padeli segera ditangkap dan diadili atas dugaan pelanggaran tersebut.
Dalam orasinya, Tito menyatakan, “Kami turun ke jalan karena ada problem besar di Kabupaten Enrekang yang dilakukan oknum kejaksaan. Konferensi pers Kejati Sulsel kemarin kami nilai manipulatif, dengan menetapkan SL sebagai tersangka baru dalam kasus Baznas. SL kami duga dikambinghitamkan.”
Kasus ini mencuat setelah temuan audit Baznas Enrekang menunjukkan dugaan kerugian negara sekitar Rp16,6 miliar. Lima orang telah ditetapkan sebagai tersangka, namun masyarakat menuntut pemeriksaan lebih lanjut terhadap mantan Kajari dan jajaran Kejaksaan Enrekang, termasuk audit rekening pribadi Padeli dan keluarganya.
Massa juga meminta Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) turun tangan untuk memastikan transparansi dan penegakan hukum yang adil.
Aksi berlangsung tertib dengan pengawalan ketat aparat keamanan, dan para demonstran menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga ada kejelasan hukum. (ZF)

