ENREKANG, KORANMAKASSAR.COM — Adalah Muhammad Zulfiqar, warga Desa Juppandang akan melaporkan aksi polisi koboi Polres Kabupaten Enrekang, berpangkat perwira pertama tingkat tiga (Kompol) ke Polda Sulsel.
Laporan langsung yang akan ditujukan ke Kapolda Sulsel Irjen Pol Mas Guntur Laupe tersebut. Terkait aksi anggotanya yang menyerobot lahan, dan menebang pohon jati emas dari kebun tanah warisan keluarganya, di Kelurahan Puserren, Kecamatan Enrekang, Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan.
“Selain tanpa dokumen resmi secara hukum. Oknum perwira Polres Enrekang ini dengan sengaja memasukkan orang-orang ke dalam kebun untuk menebang sejumlah pohon jati emas yang berada di lahan warisan keluarga. Bahkan kami sempat adu mulut, dan ia juga mengancam seolah olah akan menarik senjata dari balik pinggangnya,” kata
Zulfiqar saat ditemui di lokasi kejadian, Rabu kemarin 8 Juli 2020.

Sebelumnya, Zulfiqar mengaku telah menemui Kapolres Enrekang AKBP Endon Nurcahyo. Sesuai arahan dan petunjuk polisi nomor satu di Kabupaten Enrekang itu ia diminta membuat laporan resmi ke Kapolda Sulsel, Irjen Pol Mas Guntur Laupe tembusan Kabid Propam untuk mendapat proses lebih lanjut sesuai hukum yang berlaku.
“Bekerja baik saja belum tentu dinilai baik oleh masyarakat, apalagi bila bekerja tidak baik. Bikin malu dan merusak citra kepolisian saja oknum polisi seperti ini,” kesal Zulfiqar.
Menurutnya, pohon jati emas dikenal dengan jenis kayu yang harganya cukup tinggi dibandingkan denga kayu jenis lainnya. Karena harga kayu jati super itu terbilang mahal karena alasan tumbuhnya cenderung lebih lama.
Sesuai pantauan masih ditemukan hasil tebangan pohon jati emas yang tergeletak, dan belum diturunkan dari lokasi kejadian karena kondisi cuaca kabupaten Enrekang yang masih dilanda hujan.
baca juga : Nasihat Kapolri ke Taruna Akpol : Jangan Lupa Tolong, Maaf, Terima Kasih
“Yang jelas kami sudah mengantongi nama-nama penebang kayu yang disuruh oleh oknum polisi itu termasuk nama pembelinya. Dan pastinya kami akan meminta agar semuanya diproses hukum,” Zulfiqar memungkasi.
Sementara itu Ketua OKK MPW PP Sulsel Zulkifli Thahir ditempat terpisah saat dikonfirmasi, kamis (9/7/20) menegaskan akan memperjuangkan nasib kader Pemuda Pancasila yang mendapat perlakuan tidak sepantasnya oleh polisi koboi di Enrekang.
“Kami sudah mendapat laporan langsung bahwa kader PP di Enrekang diperlakukan tidak pantas oleh seorang oknum polisi, olehnya itu kami akan memperjuangkan nasib kader PP dan kami akan mengawal kasus ini hingga selesai melalui Badan Penyuluhan dan Pembelaan Hukum (BPPH) Pemuda Pancasila Sulsel”, pungkas Zulkifli Thahir.
(ay)

