KORANMAKASSAR.COM — Covid-19 mengakibatkan sejumlah proyek pembangunan fisik di Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Makassar dibatalkan. Karena hal itu, Dinas PU Makassar fokus pada proyek pemeliharaan untuk tahun ini. Plt Kepala Dinas PU Kota Makassar, Nirman Mungkasa, menyampaikan saat ini pihaknya hanya bisa melanjutkan proyek pemeliharaan.
Alasannya, dengan sisa waktu yang ada proyek pembangunan fisik sudah tidak memungkinkan untuk dilanjutkan.
“Sekarang kita fokus ke pemeliharaan seperti drainase dan pengerukan sedimen, kalau bangunan baru kita tiadakan dulu,” kata Nirman, Rabu, (10/6/2020).
Dia menyebutkan, pasca refocusing, anggaran Dinas PU Kota Makassar berkurang kurang lebih 50%. Sisanya tinggal kurang lebih Rp370 miliar dari Rp744 miliar. Anggaran yang dipangkas sebagian besar merupakan anggaran proyek pembangunan baru. Termasuk pembangunan jalan yang bersumber dari dana alokasi khusus (DAK).

“Diparsial dua itu anggaran kita tinggal Rp370 miliar, dan khusus DAK jalan itu memang tidak ada tahun ini. Langsung dipangkas dari pusat,” tuturnya.
Meski begitu, kata Nirman, tidak semua proyek fisik dibatalkan. Salah satunya, proyek pembangunan trotoar Metro Tanjung Bunga dengan alokasi anggaran Rp100 miliar tetap berjalan.
Baca Juga : https://koranmakassarnews.com/komisi-c-dprd-kota-makassar-dukung-program-padat-karya-dinas-pu/
Termasuk pembangunan satu kantor lurah dan beberapa ruas jalan. “Pembanguman jalan ada beberapa, tapi tidak banyak yang tetap itu yang pemeliharaan,” bebernya.
Diketahui sejumlah proyek fisik yang ditunda di antaranya proyek pembangunan trotoar, RS Batua, dan RS Jumpandang Baru. (*)

