KORANMAKASSAR.COM — Dalam kehidupan seorang Muslim, ilmu fikih memegang peran yang sangat penting. Fikih bukan sekadar kumpulan hukum halal dan haram, tetapi juga merupakan pedoman hidup yang mengatur hubungan manusia dengan Allah dan sesama makhluk. Dengan memahami fikih, seorang Muslim dapat menjalani kehidupan yang sesuai dengan syariat Islam secara menyeluruh dan benar.
1. Fikih Sebagai Panduan Beribadah yang Benar
Setiap ibadah dalam Islam memiliki tata cara yang telah ditentukan. Mulai dari shalat, puasa, zakat hingga haji, semuanya diatur dengan rinci dalam ilmu fikih. Tanpa pemahaman fikih yang baik, ibadah bisa saja dilakukan tidak sesuai tuntunan Rasulullah SAW. Karena itu, mempelajari fikih menjadi kunci agar ibadah kita sah, sempurna, dan bernilai di sisi Allah SWT.
2. Mengatur Kehidupan Sehari-hari
Fikih tidak hanya membahas urusan ibadah, tetapi juga mencakup berbagai aspek kehidupan: muamalah (transaksi ekonomi), munakahat (perkawinan), warisan, hingga sosial kemasyarakatan. Semua ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang komprehensif dan realistis, yang mengatur kehidupan manusia dari bangun tidur hingga kembali ke peraduan.
Baca Juga : Makna dan Kandungan Surah Az-Zariyat Ayat 56: Tujuan Penciptaan Jin dan Manusia
3. Membentuk Pribadi yang Beradab dan Bijak
Dengan memahami fikih, seorang Muslim tidak hanya tahu apa yang boleh dan tidak boleh dilakukan, tetapi juga memahami hikmah di balik setiap hukum. Hal ini menumbuhkan sikap hati-hati, adil, dan bijaksana dalam mengambil keputusan. Fikih melatih akal untuk berpikir sistematis dan hati untuk tunduk pada aturan Allah SWT.
4. Menjadi Benteng dari Penyimpangan
Di era modern yang penuh tantangan moral dan gaya hidup bebas, fikih berperan sebagai benteng keimanan. Pemahaman yang kuat tentang hukum Islam membuat seseorang tidak mudah terpengaruh oleh budaya yang bertentangan dengan ajaran Islam. Ia tahu batas-batas halal dan haram, serta mampu menjaga diri dari perbuatan dosa.
5. Fikih Sebagai Jalan Ilmu dan Amal
Ilmu tanpa amal adalah sia-sia, dan amal tanpa ilmu adalah sesat. Karena itu, belajar fikih bukan sekadar menambah wawasan, tetapi juga untuk diamalkan. Rasulullah SAW bersabda:
“Barang siapa dikehendaki oleh Allah kebaikan, maka Allah akan memahamkannya tentang agama.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Baca Juga : Keutamaan dan Penjelasan Shalat Qabliyah Dzuhur: Sunnah yang Penuh Keberkahan
Hadis ini menunjukkan bahwa memahami fikih adalah tanda kebaikan dari Allah SWT. Semakin dalam seseorang memahami fikih, semakin dekat pula ia pada jalan ketaatan.
Kesimpulan
Belajar ilmu fikih adalah investasi spiritual sepanjang hayat. Ia membimbing setiap langkah kehidupan agar tetap berada di jalan yang diridhai Allah SWT. Dalam dunia yang serba cepat dan penuh godaan ini, memahami fikih menjadi kebutuhan penting agar seorang Muslim bisa hidup dengan benar, tenang, dan penuh keberkahan. (*)

