Nilai-nilai Pancasila harus dituangkan dalam kurikulum olahraga termasuk sepak bola. Hal ini dijelaskan oleh Direktur Teknik Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Indra Sjafri.
“Nilai Pancasila harus ditanamkan dalan diri Pribadi, Keluarga, dan Pekerjaan,” ujar Indra Sjafri.
Indra Sjafri yang juga merupakan Ikon Prestasi Pancasila Tahun 2019 ini menjelaskan bahwa dalam rekruitmen tim nasional Sepak Bola juga dilakukan dengan memegang teguh nilai Pancasila yaitu memberikan kesempatan kepada seluruh anak bangsa untuk berpartisipasi tanpa memandang suku, ras, etinis, dan agama.
Hal senada ditegaskan oleh Staf Khusus Dewan Pengarah BPIP, Antonius Benny Susetyo. Menurutnya dunia olahraga tidak memandang suku, ras, atau agama dalam suatu negara.
baca juga : Kepala BPIP Prof Yudian Wahyudi Ceramah Pancasila di UIN Alauddin Makassar
“Olahraga tidak memandang suku, ras, dan agama. Juga memperkokoh persatuan dan membangkitkan rasa nasionalisme,” tegas Benny.
Olahraga juga membentuk karakter bangsa dan nilai-nilai Nasionalisme.
“Atlit yang diberikan kesempataj untuk membela bangsa secara psikisbakan merasakan sebagai seoraang pahlawan bangsa yang sedang berjuang,” tambah Rohaniwan ini.
Plt. Deputi Hukum, Advokasi, dan Pengawasan Regulasi, Ani Purwanti menyampaikan bahwa BPIP akan memilih Ikon Prestasi Pancasila baik itu insan maupun kelompok yang dapat membumikan nilai Pancasila dalam profesi dan aktivitas sehari-hari dan memberikan dampak besar kepada masyarakat. (*)

