WAJO, KORANMAKASSAR.COM — Suasana berbeda tampak di Kelurahan Akkajeng, Kecamatan Sajoanging, Kamis (29/1/2026) pagi. Tidak ada deretan kursi atau forum resmi yang kaku.
Sebaliknya, ratusan ibu-ibu hadir dengan semangat, senyum, dan gerak tubuh penuh energi mengikuti kegiatan senam bersama.
Anggota Komisi II DPRD Wajo, Asri Jaya A. Latief, menghadirkan konsep reses yang tak biasa.
Pada masa reses II tahun persidangan 2025/2026, ia secara khusus melibatkan kaum perempuan sebagai peserta utama, yakni anggota Klub Senam Kelurahan Akkajeng dan Klub Senam Puskesmas Sajoanging.
Kegiatan yang dimulai pukul 08.00 WITA itu diawali dengan pengukuhan klub senam sebagai simbol pentingnya kesehatan, kebersamaan, dan pemberdayaan perempuan dalam pembangunan masyarakat.
Pengukuhan dilakukan Wakil Ketua DPRD Wajo sekaligus Ketua Persatuan Senam Indonesia (PERSANI) Kabupaten Wajo, Andi Merly Iswita, didampingi Asri Jaya A. Latief yang juga menjabat Wakil Ketua PERSANI.
Sejumlah pejabat daerah turut hadir menyaksikan kegiatan tersebut, di antaranya Sekretaris Daerah Kabupaten Wajo Armayani, Kepala Dinas Kesehatan drg. Armin, Kepala Dinas Kominfo dan Statistik Andi Musdalifah, Camat Sajoanging Agus Syam, serta unsur pemberdayaan perempuan, PKK, dan jajaran Puskesmas Sajoanging.
Usai prosesi pengukuhan, suasana semakin semarak. Musik mengalun, ratusan peserta bergerak kompak mengikuti Senam GOBYOSS dan Senam TABOLA BALE, menciptakan atmosfer kebersamaan yang hangat dan penuh semangat.
Meski dikemas santai, forum reses tetap menjadi ruang penyampaian aspirasi. Para peserta mengusulkan peningkatan sarana olahraga, penguatan ekonomi melalui pengembangan UMKM, hingga peningkatan kualitas sumber daya manusia, khususnya bagi perempuan.
Baca Juga : Serap Aspirasi Warga Tempe, H. Risman Lukman Prioritaskan Perbaikan Jalan, Drainase hingga Penataan Bansos
Menanggapi hal tersebut, Asri Jaya menegaskan komitmennya untuk mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan dengan perempuan sebagai salah satu pilar utama.
“Reses bukan hanya soal menyerap aspirasi, tetapi juga membangun semangat kebersamaan. Dari hal sederhana seperti olahraga bersama, kita bisa menciptakan masyarakat yang sehat, perempuan yang berdaya, dan partisipasi yang lebih luas,” ujar legislator senior Partai Demokrat itu.
Melalui pendekatan yang lebih humanis dan partisipatif, reses ini diharapkan menjadi contoh bahwa pembangunan daerah dapat dimulai dari langkah kecil yang berdampak besar bagi masyarakat. (Humas DPRD Wajo)


Komentar